Mengalihkan (redirect) domain adalah hal yang sering dilakukan dalam dunia digital. Alasannya beragam: rebranding, mengganti nama domain agar lebih relevan, memindahkan ke domain yang lebih pendek, atau sekadar menyatukan beberapa alamat web. Namun, tantangan utama saat melakukan redirect adalah bagaimana menjaga performa SEO agar tidak jatuh.
Jika redirect dilakukan sembarangan, ranking website di mesin pencari bisa menurun drastis. Trafik organik yang sudah dibangun bertahun-tahun pun berpotensi hilang. Untuk menghindari hal tersebut, berikut beberapa tips redirect domain tanpa mengganggu SEO.
1. Pilih Jenis Redirect yang Tepat
Ada beberapa jenis redirect, namun yang paling aman untuk SEO adalah 301 Redirect. Redirect ini bersifat permanen dan memberi tahu mesin pencari bahwa sebuah halaman telah pindah ke alamat baru.
Dengan 301 Redirect, otoritas SEO dari domain lama akan dialihkan ke domain baru. Jika Anda menggunakan 302 (sementara), mesin pencari bisa salah mengira bahwa perubahan hanya sementara, sehingga ranking lama tidak sepenuhnya ditransfer.
Tips praktis: gunakan 301 Redirect secara konsisten untuk semua halaman yang berpindah.
2. Redirect Per Halaman, Bukan Hanya Homepage
Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya mengarahkan seluruh domain lama ke homepage domain baru. Meskipun lebih mudah, cara ini bisa merusak pengalaman pengguna dan merugikan SEO.
Contohnya, jika seseorang mencari artikel lama tentang “tips produktivitas” dan link-nya masih mengarah ke domain lama, mereka seharusnya diarahkan langsung ke artikel yang sama di domain baru—bukan sekadar ke halaman utama.
Solusi: buat mapping (pemetaan) URL antara domain lama dan domain baru. Pastikan setiap halaman lama memiliki pasangan halaman baru yang relevan.
3. Gunakan Sitemap yang Diperbarui
Setelah melakukan redirect, buatlah sitemap baru di domain pengganti. Sitemap ini harus berisi daftar URL terbaru yang bisa dijelajahi mesin pencari.
Kemudian, daftarkan sitemap tersebut di Google Search Console dan Bing Webmaster Tools. Dengan begitu, mesin pencari bisa lebih cepat memahami bahwa domain lama sudah berpindah ke domain baru.
Tips tambahan: jangan hapus sitemap lama terlalu cepat. Biarkan tetap aktif beberapa waktu agar mesin pencari bisa melacak perubahan dengan lancar.
4. Perbarui Internal Link
Meski redirect sudah berjalan, internal link di domain baru sebaiknya langsung diarahkan ke URL yang benar, bukan ke alamat lama yang melewati redirect.
Kenapa? Karena redirect berlapis (chain redirect) bisa memperlambat waktu muat dan berpotensi membuat mesin pencari mengabaikan sebagian link.
Contoh: jika artikel A di domain baru masih mengarah ke URL lama artikel B, yang kemudian dialihkan ke URL baru artikel B, maka itu membuat rantai yang tidak efisien. Lebih baik langsung menghubungkan artikel A ke artikel B versi terbaru.
5. Pantau Performa di Search Console
Setelah redirect berjalan, jangan lupa memantau performa SEO. Gunakan Google Search Console untuk melihat apakah ada error, URL yang tidak terindeks, atau masalah lain.
Jika Anda melihat penurunan trafik, jangan panik. Biasanya butuh waktu beberapa minggu hingga mesin pencari sepenuhnya mengenali domain baru. Yang penting, terus pastikan tidak ada link yang rusak (404 error) dan redirect berjalan dengan benar.
6. Bangun Backlink untuk Domain Baru
Redirect memang akan membawa sebagian besar otoritas dari domain lama, tapi tidak semuanya. Untuk memperkuat posisi domain baru, Anda tetap perlu membangun backlink segar.
Caranya bisa dengan:
- Menghubungi pemilik website yang sebelumnya menautkan ke domain lama, lalu meminta mereka memperbarui link ke domain baru.
- Membuat konten baru yang menarik perhatian dan berpotensi dibagikan.
- Melakukan kampanye promosi untuk memperkenalkan domain baru kepada audiens.
7. Jaga Konsistensi Brand
Redirect domain biasanya berkaitan dengan branding. Jika Anda ingin transisi SEO berjalan mulus, pastikan juga branding konsisten. Gunakan logo, gaya bahasa, dan identitas visual yang serupa agar pengguna tidak bingung.
Hal ini penting bukan hanya untuk mesin pencari, tapi juga untuk kepercayaan pengguna. Ingat, SEO yang kuat selalu ditopang oleh pengalaman pengguna yang baik.
8. Hindari Redirect Berlapis
Redirect yang terlalu banyak (misalnya dari domain A ke domain B, lalu ke domain C) bisa membuat mesin pencari bingung. Selain itu, kecepatan website bisa berkurang dan sebagian otoritas link bisa hilang di perjalanan.
Praktik terbaik: usahakan semua URL lama langsung diarahkan ke URL baru dalam satu langkah saja.
Penutup
Mengalihkan domain memang bukan hal sepele. Ada banyak faktor teknis yang perlu diperhatikan agar SEO tidak terganggu. Mulai dari memilih jenis redirect yang tepat, membuat mapping URL, memperbarui sitemap, hingga memantau performa di Search Console.
Jika dilakukan dengan benar, domain baru tidak hanya mempertahankan ranking lama, tapi juga bisa membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar. Ingat, redirect domain bukan akhir dari perjalanan SEO—melainkan awal dari strategi baru untuk membangun kehadiran digital yang lebih kuat.


