Di era digital saat ini, domain bukan hanya alamat website ia adalah aset digital yang sangat berharga. Banyak bisnis, personal brand, hingga organisasi mengandalkan domain sebagai identitas utama mereka di internet. Karena nilainya yang tinggi, domain menjadi target empuk bagi pihak-pihak tak bertanggung jawab. Pencurian domain (domain hijacking) bisa menyebabkan kerugian finansial, hilangnya reputasi, hingga terganggunya operasional bisnis.
Untuk itu, penting bagi pemilik domain memahami langkah-langkah pencegahan agar domain tetap aman. Berikut ini adalah beberapa tips mencegah domain Anda dicuri atau diambil orang.
1. Gunakan Registrar yang Terpercaya
Langkah pertama yang paling penting adalah memilih registrar domain yang bereputasi baik dan terpercaya. Registrar adalah perusahaan tempat Anda membeli dan mengelola domain. Pastikan registrar yang Anda gunakan memiliki fitur keamanan seperti:
- Two-Factor Authentication (2FA)
- Proteksi transfer domain
- Monitoring aktivitas mencurigakan
Registrar ternama seperti Dewabiz.com biasanya memiliki sistem keamanan yang kuat dan dukungan pelanggan yang sigap.
2. Aktifkan Domain Lock
Domain lock atau registrar lock adalah fitur yang mencegah domain Anda dipindahkan ke registrar lain tanpa otorisasi. Saat fitur ini aktif, setiap upaya transfer domain akan ditolak kecuali Anda sendiri yang menonaktifkannya terlebih dahulu.
Hampir semua registrar menyediakan fitur ini secara gratis. Pastikan domain Anda dalam keadaan “locked” dengan memeriksa pengaturannya di akun registrar Anda.
3. Lindungi Akun Email yang Terhubung ke Domain
Kebanyakan serangan pencurian domain diawali dengan membobol akun email pemilik domain. Kenapa? Karena email ini digunakan untuk verifikasi kepemilikan, menerima kode transfer, dan sebagainya.
Tips melindungi email Anda:
- Gunakan password yang kuat dan unik
- Aktifkan 2FA
- Hindari menggunakan email gratis (seperti Gmail atau Yahoo) untuk domain penting gunakan email khusus dengan keamanan ekstra jika memungkinkan
- Jangan sembarangan klik tautan dari email mencurigakan
4. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)
2FA menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun registrar atau akun hosting Anda. Bahkan jika seseorang mengetahui password Anda, mereka tetap tidak bisa mengakses akun tanpa kode verifikasi kedua.
Gunakan aplikasi autentikator seperti Google Authenticator atau Authy daripada mengandalkan SMS, karena SMS lebih rentan terhadap serangan SIM swapping.
5. Perbarui Informasi Kontak Secara Berkala
Pastikan informasi WHOIS dan data kontak Anda selalu up to date. Jika email yang terdaftar tidak lagi aktif, Anda bisa kehilangan pemberitahuan penting terkait domain, termasuk percobaan transfer ilegal.
Beberapa registrar juga memungkinkan Anda untuk menyembunyikan informasi WHOIS menggunakan fitur “WHOIS Privacy Protection” untuk menghindari pencurian identitas atau social engineering.
6. Gunakan Fitur Proteksi Tambahan
Beberapa registrar menyediakan fitur proteksi premium seperti:
- Domain Theft Protection: Memerlukan verifikasi tambahan sebelum domain diubah atau ditransfer.
- Registrar Locking via Support Only: Domain hanya bisa diubah jika Anda menghubungi tim support langsung.
- Account PIN atau Security Questions: Menambahkan verifikasi ekstra saat login atau mengubah pengaturan.
Jika domain Anda sangat penting (misalnya untuk bisnis besar), pertimbangkan menggunakan layanan seperti ini.
7. Waspada terhadap Email Phishing
Phishing adalah metode yang sering digunakan untuk mencuri akses akun domain. Anda bisa saja menerima email palsu yang menyerupai email resmi dari registrar, meminta Anda login ke halaman palsu.
Tips menghindari phishing:
- Selalu periksa alamat pengirim email
- Jangan klik tautan langsung dari email jika ragu lebih baik kunjungi situs resmi registrar langsung lewat browser
- Periksa ejaan dan tata bahasa email; email phishing sering memiliki kesalahan kecil
8. Perpanjang Domain Anda Secara Otomatis
Jangan sampai domain Anda kedaluwarsa dan diambil orang lain. Aktifkan perpanjangan otomatis dan pastikan metode pembayaran Anda aktif dan valid.
Domain yang tidak diperpanjang bisa langsung masuk ke masa tenggang (grace period) dan akhirnya dilelang atau dirilis kembali ke publik.
9. Monitor Aktivitas Domain Secara Rutin
Selalu cek aktivitas terbaru domain Anda, seperti:
- Perubahan DNS
- Upaya login ke akun registrar
- Notifikasi email dari registrar
Beberapa tools atau layanan pihak ketiga juga bisa membantu Anda memantau status domain dan memberi peringatan jika ada perubahan mendadak.
Penutup
Mencegah lebih baik daripada mengobati terutama saat menyangkut domain yang bisa bernilai jutaan rupiah atau bahkan lebih. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko domain dicuri atau diambil orang lain. Keamanan digital bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tapi juga pengguna.
Jangan abaikan keamanan domain Anda. Anggap saja domain sebagai “properti digital” yang harus dijaga sebagaimana Anda menjaga rumah atau aset fisik lainnya.


