Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

DomainSEO

Subdomain vs Folder untuk SEO

Sely Marlinda

Ketika Anda membangun website dengan banyak konten atau layanan berbeda, Anda mungkin bertanya-tanya: lebih baik menggunakan subdomain atau folder (subdirektori) ? Pilihan struktur ini bukan hanya soal teknis, tapi juga dapat memengaruhi strategi SEO Anda.

Artikel ini akan mengulas perbedaan antara subdomain dan folder dari sisi SEO, serta memberikan panduan agar Anda bisa memilih struktur terbaik untuk kebutuhan website Anda.

Apa Itu Subdomain dan Folder?

Subdomain

Subdomain adalah bagian tambahan di depan nama domain utama. Contohnya:

  • blog.example.com
  • support.example.com

Subdomain sering digunakan untuk memisahkan bagian situs yang berbeda fungsi, seperti blog, toko, atau pusat bantuan.

Folder (Subdirektori)

Folder adalah struktur direktori di dalam domain utama, seperti:

  • example.com/blog
  • example.com/support

Folder dianggap sebagai bagian langsung dari domain utama, baik secara teknis maupun struktural.

Perbedaan Subdomain vs Folder dalam SEO

Dari perspektif SEO, perbedaan utama antara subdomain dan folder terletak pada bagaimana Google memandang dan mengindeksnya.

1. Perlakuan oleh Google

Google secara resmi menyatakan bahwa mereka memperlakukan subdomain dan subfolder secara setara. Namun, dalam praktiknya, subdomain sering dianggap sebagai situs terpisah, sedangkan folder dianggap bagian dari domain utama.

Artinya:

  • Folder akan langsung berkontribusi pada kekuatan SEO domain utama.
  • Subdomain perlu membangun otoritasnya sendiri, seperti situs baru.

2. Distribusi Otoritas Domain

Saat Anda menggunakan folder, semua backlink, otoritas, dan reputasi yang dimiliki domain utama akan secara langsung menguntungkan halaman di dalam folder.

Sementara itu, subdomain sering kali tidak sepenuhnya mewarisi otoritas domain utama, sehingga Anda mungkin perlu melakukan optimasi SEO terpisah untuk setiap subdomain.

3. Kemudahan Manajemen SEO

  • Folder lebih mudah dalam hal manajemen SEO, karena hanya satu entitas yang harus dipantau dan dianalisis.
  • Subdomain memerlukan strategi SEO yang lebih kompleks dan bisa membuat pelacakan performa lebih rumit di tools seperti Google Search Console.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Folder?

Gunakan struktur folder jika:

  • Konten masih sangat relevan dengan domain utama (misalnya blog untuk situs utama).
  • Anda ingin semua kekuatan SEO terpusat.
  • Anda ingin proses indexing lebih cepat dan mudah dikelola.
  • Anda menggunakan CMS tunggal atau server yang sama.

Contoh ideal:

  • example.com/blog untuk artikel.
  • example.com/katalog untuk produk.
  • example.com/testimoni untuk ulasan pelanggan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Subdomain?

Gunakan subdomain jika:

  • Bagian tersebut berbeda secara teknis atau memiliki fungsi khusus (misalnya sistem login, portal member, atau aplikasi).
  • Anda ingin memisahkan branding atau target audiens tertentu.
  • Anda menggunakan sistem backend yang berbeda (misalnya blog di WordPress, tapi website utama pakai Laravel).
  • Ada kebutuhan skalabilitas besar dan independensi sistem.

Contoh ideal:

  • shop.example.com untuk toko online.
  • academy.example.com untuk portal edukasi.
  • developer.example.com untuk dokumentasi API.

Studi Kasus dan Pengalaman Praktis

Banyak praktisi SEO menyarankan menggunakan folder untuk blog agar kekuatan domain utama langsung meningkat dari konten yang terus diperbarui. Googlebot juga lebih cepat mengindeks konten baru jika berada dalam folder dibanding di subdomain.

Namun, situs-situs besar seperti Google (maps.google.com, news.google.com) menggunakan subdomain untuk memisahkan produk dan layanan. Ini menunjukkan bahwa subdomain tetap bisa sukses—dengan catatan SEO-nya dikelola dengan baik secara terpisah.

Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Tujuan

Subdomain dan folder masing-masing punya kelebihan dan kekurangan dari sisi SEO. Pilihannya sangat tergantung pada:

  • Tujuan jangka panjang website
  • Skala dan kompleksitas sistem
  • Tim pengelola SEO dan teknis
  • Apakah konten bersifat satu kesatuan atau ingin dipisah secara fungsional

Rekomendasi Umum:

  • Untuk blog, konten edukatif, atau landing page → gunakan folder (example.com/blog)
  • Untuk layanan terpisah, aplikasi, atau audiens berbeda → gunakan subdomain (app.example.com)

Pastikan apa pun strukturnya, Anda tetap fokus pada konten berkualitas, struktur internal link yang kuat, dan pengalaman pengguna yang baik karena itu semua tetap menjadi pilar utama SEO.

Jika Anda sedang merancang struktur website dan ragu memilih antara subdomain atau folder, sebaiknya konsultasikan dengan tim SEO atau pengelola server Anda agar struktur yang dipilih tepat sejak awal.

Baca Juga