Dalam dunia DNS dan pengelolaan domain, dua istilah yang sering membingungkan adalah Domain Alias dan CNAME Flattening. Keduanya berhubungan dengan cara mengarahkan domain ke layanan lain, seperti website builder (misalnya Webflow, Squarespace), CDN (Cloudflare), atau email service (Google Workspace, Zoho Mail). Meskipun terlihat serupa karena sama-sama melibatkan pengalihan atau penyamaran nama domain, fungsi dan implementasinya berbeda.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Domain Alias dan CNAME Flattening, perbedaan keduanya, serta kapan dan bagaimana masing-masing digunakan.
Apa Itu Domain Alias?
Domain Alias adalah metode untuk menunjuk satu domain agar bertindak sebagai duplikat dari domain lain. Artinya, dua nama domain berbeda akan menampilkan konten yang sama atau diarahkan ke tempat yang sama. Ini sangat berguna jika Anda memiliki beberapa domain untuk satu brand.
Contoh Penggunaan:
- Anda punya domain utama
contohutama.com - Lalu, Anda juga beli
contoh-utama.comdan ingin keduanya menampilkan website yang sama - Maka
contoh-utama.comdijadikan alias daricontohutama.com
Ketika orang membuka contoh-utama.com, mereka akan melihat konten yang sama dengan contohutama.com. Dalam praktik teknis, ini bisa dilakukan di level DNS (dengan CNAME jika bukan root domain) atau di level server (melalui pengaturan hosting).
Fungsi Domain Alias:
- Menangkap lalu lintas dari domain alternatif atau mirip
- Branding dan variasi domain
- Redundansi dan kemudahan akses pengguna
Apa Itu CNAME Flattening?
CNAME Flattening adalah teknik DNS yang memungkinkan Anda menggunakan CNAME record pada root domain (apex domain) seperti namadomain.com, bukan hanya untuk subdomain seperti www.namadomain.com.
Secara tradisional, DNS tidak mengizinkan CNAME di root domain karena konflik dengan record lain seperti NS (Name Server) atau SOA (Start of Authority). Namun, penyedia DNS modern seperti Cloudflare, DNSimple, dan AWS Route 53 mengembangkan fitur CNAME Flattening untuk mengatasi keterbatasan ini.
Cara Kerjanya:
Alih-alih benar-benar membuat record CNAME di root domain, sistem akan secara internal mengubahnya menjadi A record dengan mengecek alamat IP dari domain target dan mengarahkannya secara transparan.
Contoh:
Nama: @ (namadomain.com)
Tipe: CNAME (di-flatten)
Target: mysite.hostingprovider.com
Cloudflare (misalnya) akan mencari IP dari mysite.hostingprovider.com dan mengarahkan namadomain.com langsung ke IP tersebut menggunakan A/AAAA record, meskipun Anda menuliskan CNAME.
Fungsi CNAME Flattening:
- Mengarahkan root domain ke layanan yang hanya menyediakan target berbentuk domain (bukan IP)
- Mempermudah integrasi dengan platform pihak ketiga (seperti Webflow, Shopify, Netlify, Vercel)
- Menghindari kebutuhan untuk terus memperbarui A record secara manual jika IP berubah
Perbedaan Domain Alias dan CNAME Flattening
| Aspek | Domain Alias | CNAME Flattening |
|---|---|---|
| Tujuan | Menyamakan dua domain berbeda | Mengarahkan root domain ke target CNAME |
| Level Pengaturan | Bisa DNS atau server/hosting | Di DNS, khususnya root domain |
| Bisa untuk root domain | Ya | Ya (khusus di DNS provider modern) |
| Subdomain support | Tidak berlaku untuk subdomain saja | Biasanya digunakan pada root domain |
| Contoh penggunaan | alias.com -> utama.com | namadomain.com -> platform.hosting.com |
| Dukungan oleh DNS | Tergantung registrar/hosting | Perlu DNS yang mendukung flattening |
Kapan Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan Domain Alias jika:
- Anda punya beberapa domain dan ingin semuanya menampilkan situs yang sama
- Anda ingin domain cadangan/alternatif tetap bisa diakses pengguna
- Anda mengatur redirect atau alias di tingkat server/hosting
Gunakan CNAME Flattening jika:
- Anda menggunakan layanan hosting modern (seperti Vercel, Netlify, atau Webflow) yang memberi CNAME target, tapi ingin mengarahkannya dari root domain Anda
- Anda ingin kemudahan konfigurasi tanpa harus mencari dan mengatur IP manual
- Registrar atau DNS Anda mendukung CNAME flattening (Cloudflare, AWS Route 53, dll.)
Catatan Penting
- Tidak semua registrar mendukung CNAME Flattening. Jika DNS Anda tidak mendukung, Anda harus menggunakan A record atau pindah ke penyedia DNS yang lebih fleksibel.
- Penggunaan alias tanpa redirect permanen (301) bisa memengaruhi SEO. Google dapat menganggapnya sebagai duplicate content.
- CNAME Flattening bukan redirect. Ini hanya bekerja di level DNS, bukan memindahkan pengunjung seperti redirect 301/302.
Kesimpulan
Domain Alias dan CNAME Flattening adalah dua solusi berbeda yang membantu mengelola domain dan DNS lebih fleksibel. Domain alias cocok untuk menangani beberapa domain agar tampil sebagai satu situs, sementara CNAME Flattening memungkinkan Anda menggunakan CNAME di root domain secara efisien—terutama saat menggunakan layanan hosting modern.
Memahami keduanya membantu Anda menghindari kesalahan konfigurasi dan membuat domain Anda lebih stabil, profesional, dan mudah diatur.


