Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

DomainHostingPanduanTips & Trik

Cara Migrasi Domain dan Hosting Tanpa Ribet

Ferdin Alamsyah

Saat sebuah website mulai berkembang, kebutuhan akan performa yang lebih baik, dukungan teknis yang lebih cepat, atau harga yang lebih terjangkau sering kali membuat pemilik situs mempertimbangkan untuk migrasi domain dan hosting. Proses ini bisa terdengar rumit, terutama bagi pemula, namun dengan langkah yang tepat dan perencanaan matang, migrasi dapat dilakukan tanpa ribet dan tanpa downtime.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara memindahkan domain dan hosting ke layanan baru dengan aman dan lancar.

Apa Itu Migrasi Domain dan Hosting?

Sebelum masuk ke langkah-langkah teknis, penting untuk memahami dua istilah berikut:

  • Migrasi Hosting: Memindahkan seluruh file dan database website dari server lama ke server baru. Ini mencakup file HTML, gambar, script, dan juga database (biasanya MySQL).
  • Migrasi Domain: Proses memindahkan pengelolaan domain (DNS, nameserver, dan informasi registrar) dari satu penyedia ke penyedia lain.

Anda bisa melakukan salah satu atau kedua migrasi tersebut sekaligus, tergantung kebutuhan. Misalnya, Anda bisa tetap menggunakan registrar domain lama tetapi hanya mengganti layanan hosting.

Persiapan Sebelum Migrasi

Sebelum mulai, lakukan beberapa persiapan berikut:

  1. Backup Website Anda
    Simpan salinan semua file dan database. Ini penting untuk menghindari kehilangan data selama proses migrasi.
  2. Catat Konfigurasi Lama
    Simpan informasi penting seperti:
    • Versi PHP
    • Struktur folder
    • Nama database dan user
    • Konfigurasi DNS
  3. Cek Masa Aktif Domain
    Pastikan domain Anda tidak sedang mendekati masa kedaluwarsa atau dalam status terkunci (domain lock), terutama jika ingin memindahkan registrar.

Langkah-langkah Migrasi Hosting Tanpa Ribet

1. Pilih Penyedia Hosting Baru

Pilih layanan hosting baru yang sesuai dengan kebutuhan website Anda. Pastikan menyediakan fitur migrasi gratis atau setidaknya panduan migrasi yang lengkap. Hosting seperti Dewabiz, Hostinger, Qwords, atau IDCloudHost sering kali memiliki fitur ini.

2. Backup dan Download File dari Hosting Lama

Gunakan File Manager di cPanel atau FTP (seperti FileZilla) untuk mengunduh seluruh isi folder website Anda, biasanya terletak di public_html.

Jangan lupa juga untuk mengekspor database menggunakan phpMyAdmin.

3. Upload File ke Hosting Baru

Setelah akun hosting baru aktif, login ke panel (misalnya cPanel), dan:

  • Upload semua file website ke public_html (atau folder sesuai domain).
  • Buat database baru dan user.
  • Import database yang sudah diekspor tadi melalui phpMyAdmin.

4. Perbarui Konfigurasi Website (Jika Perlu)

Jika Anda menggunakan CMS seperti WordPress, pastikan file wp-config.php sudah menyesuaikan dengan nama database dan user baru.

Langkah-langkah Migrasi Domain

Jika Anda juga ingin memindahkan domain ke registrar baru (misalnya dari GoDaddy ke Niagahoster), ikuti langkah berikut:

1. Unlock Domain dan Dapatkan Kode EPP

Masuk ke penyedia domain lama, cari menu untuk unlock domain dan ambil kode EPP/Auth Code. Ini adalah kode otorisasi untuk transfer domain.

2. Transfer ke Registrar Baru

Di penyedia domain baru, cari menu “Transfer Domain”, masukkan nama domain dan kode EPP, lalu lanjutkan proses pembelian.

Biasanya Anda akan dikenakan biaya perpanjangan domain satu tahun.

3. Konfirmasi Transfer

Cek email Anda dan lakukan konfirmasi transfer. Proses ini bisa memakan waktu 1–7 hari tergantung ekstensi domain dan registrar lama.

Catatan: Jika domain Anda baru diperpanjang atau baru dibeli kurang dari 60 hari, proses transfer domain biasanya belum bisa dilakukan (berdasarkan kebijakan ICANN).

Update DNS / Nameserver

Jika Anda hanya memindahkan hosting, domain tetap berada di tempat lama, maka Anda cukup mengubah nameserver domain agar mengarah ke server baru.

Contoh:

ns1.namahostingbaru.com  
ns2.namahostingbaru.com

Proses ini disebut propagasi DNS dan biasanya memakan waktu 1–24 jam.

Uji Coba Website Setelah Migrasi

Setelah semua selesai, lakukan pengecekan:

  • Apakah website tampil normal?
  • Apakah semua halaman, gambar, dan link berfungsi?
  • Apakah email (jika menggunakan domain sendiri) juga berjalan dengan baik?

Gunakan tools seperti Pingdom atau GTMetrix untuk mengecek kecepatan dan performa website setelah migrasi.

Tips Agar Migrasi Lebih Lancar

  • Gunakan Fitur Migrasi Otomatis: Beberapa hosting menyediakan layanan migrasi gratis dan dilakukan oleh tim teknis mereka.
  • Lakukan di Jam Sepi Trafik: Migrasi sebaiknya dilakukan di malam hari atau saat pengunjung situs sedang rendah.
  • Jangan Langsung Tutup Hosting Lama: Biarkan hosting lama aktif selama beberapa hari untuk berjaga-jaga jika masih ada file/data yang tertinggal.

Kesimpulan

Migrasi domain dan hosting memang terdengar teknis, tapi bisa dilakukan dengan mudah jika mengikuti langkah-langkah dengan benar. Dengan persiapan yang baik, backup lengkap, dan sedikit kesabaran, Anda bisa memindahkan website ke tempat baru tanpa downtime dan tanpa ribet.

Jadi, jika Anda merasa layanan lama sudah tidak sesuai, jangan ragu untuk pindah. Hosting dan domain adalah fondasi website Anda, dan memilih yang terbaik akan membantu situs Anda tumbuh lebih cepat dan stabil.

Baca Juga