Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

DomainHostingSistem KeamananSistem Operasi

Cara Mengamankan Domain dan Hosting dari Hacker

Ferdin Alamsyah

Di era digital, website sudah menjadi aset penting bagi individu maupun bisnis. Domain dan hosting ibarat “rumah” dari website Anda. Sayangnya, keduanya juga sering menjadi target serangan hacker. Jika domain atau hosting berhasil diretas, dampaknya bisa fatal: data bocor, reputasi rusak, hingga kerugian finansial.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik website untuk mengetahui cara mengamankan domain dan hosting. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis yang bisa Anda lakukan.

1. Gunakan Registrar dan Provider Hosting Terpercaya

Langkah pertama adalah memilih penyedia domain (registrar) dan hosting yang punya reputasi baik. Hindari tergiur harga super murah tanpa memeriksa keamanan dan layanan mereka.

Kriteria penyedia terpercaya:

  • Mendukung registrasi domain dengan proteksi WHOIS.
  • Menyediakan DNSSEC (Domain Name System Security Extensions).
  • Memiliki fitur backup otomatis.
  • Menyediakan dukungan keamanan seperti firewall, SSL gratis, dan monitoring.

Dengan penyedia yang profesional, Anda mendapatkan lapisan keamanan dasar sejak awal.

2. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

Baik untuk akun domain maupun hosting, jangan hanya mengandalkan password. Hacker sering menggunakan teknik brute force atau credential stuffing untuk menebak kata sandi.

Solusinya: aktifkan Two-Factor Authentication (2FA). Dengan 2FA, login memerlukan verifikasi tambahan, biasanya kode dari aplikasi autentikasi atau SMS. Cara ini mempersempit peluang hacker meskipun mereka mengetahui password Anda.

3. Gunakan Password yang Kuat dan Unik

Masih banyak pemilik website yang menggunakan password lemah seperti “123456” atau “admin”. Kesalahan ini membuka peluang besar bagi hacker.

Tips membuat password aman:

  • Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
  • Jangan gunakan kata umum atau informasi pribadi (tanggal lahir, nama).
  • Simpan password dengan password manager agar tidak lupa.
  • Jangan gunakan password yang sama untuk akun domain, hosting, dan email.

4. Aktifkan Proteksi WHOIS

Setiap domain memiliki informasi kepemilikan yang bisa diakses publik melalui WHOIS. Tanpa proteksi, data pribadi Anda (nama, alamat, email, nomor telepon) bisa dilihat siapa saja, termasuk hacker.

Dengan WHOIS Privacy Protection, informasi pribadi akan diganti dengan data proxy. Hal ini membantu mengurangi spam dan risiko serangan targeted.

5. Gunakan SSL/TLS untuk Website

SSL (Secure Socket Layer) atau TLS (Transport Layer Security) sangat penting untuk mengenkripsi komunikasi antara server dan pengunjung. Selain meningkatkan keamanan, SSL juga menjadi salah satu faktor ranking di Google.

Pastikan Anda:

  • Menginstal sertifikat SSL di hosting.
  • Menggunakan versi terbaru TLS (minimal TLS 1.2 atau 1.3).
  • Redirect website dari HTTP ke HTTPS agar semua traffic aman.

6. Perbarui CMS, Plugin, dan Tema Secara Berkala

Banyak peretasan website terjadi bukan karena hosting lemah, melainkan karena software website tidak diperbarui. CMS seperti WordPress, Joomla, atau Drupal sering menjadi sasaran hacker jika ada celah keamanan.

Langkah pencegahan:

  • Aktifkan update otomatis untuk CMS, plugin, dan tema.
  • Hapus plugin atau tema yang tidak digunakan.
  • Unduh plugin/tema hanya dari sumber resmi.

7. Manfaatkan DNSSEC

DNSSEC adalah lapisan keamanan tambahan yang melindungi pengunjung website dari serangan DNS spoofing. Tanpa DNSSEC, hacker bisa mengarahkan traffic website Anda ke server palsu.

Aktifkan DNSSEC di panel domain Anda agar setiap query DNS terverifikasi dan tidak bisa dimanipulasi.

8. Rutin Melakukan Backup

Backup adalah “senjata terakhir” jika semua lapisan keamanan gagal. Dengan backup, Anda bisa memulihkan website ke kondisi normal tanpa kehilangan data penting.

Tips backup efektif:

  • Lakukan backup otomatis harian atau mingguan.
  • Simpan backup di lokasi berbeda (misalnya cloud storage).
  • Sesekali lakukan uji coba restore agar backup benar-benar bisa digunakan.

9. Gunakan Web Application Firewall (WAF)

WAF berfungsi sebagai tameng antara pengunjung dan server. Firewall ini memfilter traffic berbahaya, termasuk serangan DDoS, SQL injection, atau cross-site scripting (XSS).

Beberapa penyedia hosting sudah menyertakan WAF. Jika belum, Anda bisa menggunakan layanan pihak ketiga seperti Cloudflare atau Sucuri.

10. Awasi Aktivitas Login dan Akses

Selalu pantau aktivitas login di akun domain, hosting, maupun CMS. Jika ada login mencurigakan dari lokasi asing, segera ganti password dan aktifkan proteksi tambahan.

Anda juga bisa membatasi login hanya dari IP tertentu untuk keamanan ekstra.

Kesimpulan

Mengamankan domain dan hosting dari hacker bukan sekadar opsional, melainkan keharusan. Domain adalah identitas digital Anda, sementara hosting menyimpan aset penting berupa website dan data pelanggan.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan meliputi:

  • Memilih penyedia terpercaya.
  • Menggunakan password kuat dan 2FA.
  • Melindungi informasi WHOIS.
  • Memasang SSL/TLS.
  • Memperbarui software website.
  • Mengaktifkan DNSSEC dan WAF.
  • Rutin melakukan backup.

Ingat, keamanan website adalah investasi jangka panjang. Lebih baik mencegah daripada menyesal setelah data dicuri atau website diretas.

Baca Juga