Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

DomainSistem Keamanan

Cara Melindungi Domain Anda dari Pembajakan

Sely Marlinda

Domain adalah salah satu aset digital paling berharga bagi bisnis atau individu yang memiliki website. Namun, domain juga menjadi sasaran pembajakan (domain hijacking), yaitu tindakan pencurian atau pengambilalihan domain tanpa izin pemilik aslinya. Pembajakan domain bisa berakibat fatal, mulai dari hilangnya kontrol atas website, kerugian finansial, hingga kerusakan reputasi.

Untuk itu, penting bagi Anda memahami cara melindungi domain agar tetap aman dan terhindar dari risiko pembajakan. Berikut beberapa langkah efektif yang bisa Anda terapkan untuk menjaga keamanan domain Anda.

1. Gunakan Registrar Domain yang Terpercaya

Langkah pertama dan paling krusial adalah memilih registrar domain yang terpercaya dan memiliki sistem keamanan yang baik. Registrar yang bagus biasanya menyediakan fitur keamanan tambahan seperti:

  • Two-Factor Authentication (2FA) untuk akses akun.
  • Proteksi transfer domain agar domain tidak bisa dipindahkan tanpa verifikasi.
  • Layanan privasi WHOIS untuk menyembunyikan data pribadi pemilik domain.

Sebaiknya hindari registrar yang kurang dikenal atau murah tanpa jaminan keamanan, karena rawan diserang.

2. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

Two-Factor Authentication adalah metode keamanan yang meminta Anda memasukkan kode unik selain password saat login ke akun registrar. Dengan 2FA, meskipun password Anda bocor, penjahat masih kesulitan mengakses akun tanpa kode tambahan.

Aktifkan 2FA di akun registrar Anda menggunakan aplikasi autentikasi seperti Google Authenticator atau Authy. Ini adalah langkah efektif untuk mencegah akses tidak sah.

3. Gunakan Password yang Kuat dan Unik

Pastikan password akun registrar Anda terdiri dari kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan password yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau kata umum.

Gunakan password manager untuk menyimpan dan menghasilkan password yang kuat dan unik. Jangan gunakan password yang sama untuk akun lain agar risiko peretasan tidak menyebar.

4. Aktifkan Lock Domain (Domain Lock)

Lock domain adalah fitur yang membatasi perubahan penting pada domain seperti transfer ke registrar lain atau perubahan data WHOIS tanpa persetujuan ekstra. Registrar biasanya menyediakan fitur ini dengan nama Domain Transfer Lock atau Registrar Lock.

Dengan domain terkunci, penyerang tidak bisa memindahkan domain tanpa melewati proses verifikasi tambahan yang Anda kontrol.

5. Perbarui Informasi Kontak dengan Akurat

Pastikan informasi kontak yang terdaftar pada data WHOIS domain selalu akurat dan terbaru, terutama email dan nomor telepon. Ini penting karena registrar akan mengirim notifikasi penting terkait domain ke alamat tersebut, termasuk konfirmasi transfer.

Jika data kontak tidak valid, Anda bisa kehilangan notifikasi penting dan berisiko kehilangan domain tanpa sadar.

6. Gunakan Layanan Privasi WHOIS

Layanan privasi WHOIS menyembunyikan data pribadi pemilik domain seperti nama, alamat, email, dan nomor telepon dari publik. Ini mencegah penjahat cyber mengumpulkan informasi pribadi yang bisa digunakan untuk melakukan serangan sosial engineering atau pencurian identitas.

Registrar besar biasanya menawarkan layanan ini sebagai fitur tambahan yang dapat diaktifkan dengan biaya kecil atau gratis.

7. Waspadai Phishing dan Social Engineering

Pembajakan domain seringkali dilakukan melalui serangan phishing atau social engineering, yaitu penipuan untuk mendapatkan akses dengan menyamar sebagai pihak resmi.

  • Jangan klik tautan mencurigakan yang meminta Anda memasukkan data login registrar.
  • Verifikasi keaslian email atau telepon yang mengaku dari registrar.
  • Jangan berikan informasi akun kepada pihak ketiga yang tidak jelas identitasnya.

Selalu akses akun registrar langsung melalui website resmi, bukan melalui tautan dari email.

8. Rutin Backup dan Monitor Status Domain

Meski domain adalah aset digital, Anda tetap bisa memantau statusnya secara berkala. Pastikan domain Anda dalam status aktif, tidak ada perubahan yang mencurigakan, dan tanggal kadaluarsa sudah Anda catat.

Beberapa layanan monitoring domain juga menyediakan notifikasi jika terjadi perubahan status atau data WHOIS. Gunakan ini agar Anda cepat tahu jika ada aktivitas tidak biasa.

9. Perbarui Domain Sebelum Kadaluarsa

Domain yang sudah kadaluarsa lebih rentan dibajak atau diambil oleh pihak lain. Jangan sampai terlambat memperpanjang domain karena Anda bisa kehilangan hak atas domain tersebut.

Aktifkan pengingat perpanjangan domain beberapa bulan sebelum masa berlaku habis dan pertimbangkan perpanjangan otomatis agar tidak lupa.

10. Gunakan Email Khusus untuk Akun Registrar

Untuk akun registrar domain, sebaiknya gunakan email khusus yang tidak digunakan untuk keperluan lain. Hal ini mengurangi risiko email Anda dibobol karena serangan di platform lain dan mencegah pencurian akses ke akun domain.

Kesimpulan

Melindungi domain dari pembajakan bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesadaran dan disiplin dalam mengelola keamanan. Mulai dari memilih registrar terpercaya, mengaktifkan 2FA, menggunakan password kuat, hingga rutin memantau domain adalah langkah yang harus dilakukan setiap pemilik domain.

Dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat mengurangi risiko pembajakan dan menjaga aset digital Anda tetap aman. Ingat, domain adalah identitas online Anda — jaga dengan baik agar bisnis dan reputasi Anda tidak terganggu.

Baca Juga