Di era digital saat ini, domain website bukan hanya sekadar alamat di internet, melainkan juga aset penting yang perlu dijaga keamanannya. Keamanan domain menjadi salah satu aspek krusial yang sering diabaikan oleh pemilik website, padahal celah keamanan pada domain bisa berakibat fatal, seperti pembajakan domain, pencurian data, hingga hilangnya reputasi bisnis.
Untuk itu, sangat penting mengetahui bagaimana cara cek status keamanan domain Anda secara rutin. Artikel ini akan membahas langkah-langkah dan alat yang dapat Anda gunakan untuk memastikan domain Anda tetap aman dan terlindungi dari ancaman.
Mengapa Keamanan Domain Penting?
Domain yang tidak aman bisa menjadi sasaran empuk bagi para hacker atau pelaku kejahatan siber. Beberapa risiko yang bisa terjadi jika domain Anda tidak aman antara lain:
- Domain hijacking: Peretasan dan pengambilalihan kontrol domain.
- Phishing: Penipuan dengan menggunakan domain yang mirip untuk mencuri data pengguna.
- Downtime: Website tidak bisa diakses akibat serangan atau masalah keamanan.
- Kerugian finansial dan rusaknya reputasi bisnis.
Karena itu, menjaga keamanan domain sama pentingnya dengan menjaga keamanan website secara keseluruhan.
Cara Cek Status Keamanan Domain Anda
1. Cek Informasi WHOIS Domain
WHOIS adalah database publik yang berisi informasi registrasi domain, termasuk nama pemilik, kontak, dan tanggal kadaluarsa domain. Anda bisa mengecek apakah informasi WHOIS domain Anda sudah dilindungi dengan WHOIS Privacy Protection.
Langkah:
- Kunjungi situs pengecek WHOIS seperti whois.domaintools.com atau whois.icann.org.
- Masukkan nama domain Anda.
- Periksa informasi kontak, apakah data pribadi Anda tersembunyi atau terbuka.
- Jika informasi Anda terbuka, sebaiknya aktifkan fitur WHOIS Privacy Protection melalui registrar domain Anda.
2. Pastikan Domain Menggunakan DNSSEC
DNSSEC (Domain Name System Security Extensions) adalah protokol yang menambahkan lapisan keamanan pada sistem DNS untuk mencegah serangan seperti cache poisoning.
Langkah:
- Periksa apakah DNSSEC sudah aktif di domain Anda dengan tools online seperti DNSViz.
- Jika belum aktif, aktifkan DNSSEC melalui pengaturan domain di registrar Anda.
- DNSSEC memastikan data DNS yang diterima dari server benar-benar valid dan tidak dimanipulasi.
3. Cek Status SSL/TLS
Meskipun SSL/TLS lebih berfokus pada keamanan website, sertifikat ini juga berpengaruh pada keamanan domain terutama terkait enkripsi komunikasi antara browser dan server.
Langkah:
- Gunakan tools seperti SSL Labs untuk memeriksa status sertifikat SSL pada website Anda.
- Pastikan sertifikat masih valid dan menggunakan protokol enkripsi terbaru.
- Jika belum ada SSL, segera pasang sertifikat SSL melalui penyedia hosting atau layanan seperti Cloudflare.
4. Monitor Expiry Date Domain
Domain yang kedaluwarsa bisa menjadi peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alihnya. Memantau tanggal kadaluarsa domain adalah langkah penting agar domain tetap aktif dan aman.
Langkah:
- Cek tanggal expired domain Anda melalui dashboard registrar.
- Aktifkan pengingat atau notifikasi agar tidak terlambat melakukan perpanjangan.
- Gunakan fitur auto-renewal jika tersedia.
5. Periksa Pengaturan Registrar dan Lock Domain
Registrar Lock adalah fitur pengamanan yang mencegah transfer domain tanpa izin pemilik. Pastikan fitur ini aktif agar domain Anda tidak mudah dipindahkan ke pihak lain tanpa persetujuan.
Langkah:
- Masuk ke akun registrar domain Anda.
- Cari opsi Registrar Lock atau Domain Lock.
- Pastikan fitur ini dalam posisi aktif (locked).
- Jika ingin transfer domain, Anda harus menonaktifkan fitur ini sementara.
6. Gunakan Tools Keamanan Tambahan
Selain langkah di atas, ada beberapa layanan online yang bisa membantu Anda memonitor dan meningkatkan keamanan domain, seperti:
- Google Safe Browsing untuk mengecek apakah domain Anda terindikasi malware.
- VirusTotal untuk scan domain dan website terhadap ancaman virus dan malware.
- SecurityHeaders.io untuk melihat konfigurasi keamanan pada website Anda.
Tips Menjaga Keamanan Domain Anda
- Gunakan password yang kuat pada akun registrar dan hosting.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) jika tersedia.
- Rutin backup data domain dan website sebagai langkah mitigasi.
- Hindari menggunakan Wi-Fi publik saat mengakses akun domain dan hosting.
- Update informasi kontak di registrar agar selalu dapat menerima notifikasi penting.
Kesimpulan
Mengecek dan menjaga status keamanan domain adalah langkah yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik website. Dengan melakukan pengecekan WHOIS, mengaktifkan DNSSEC, memasang SSL/TLS, memantau tanggal expired, dan menggunakan fitur registrar lock, Anda dapat melindungi domain dari ancaman pembajakan dan masalah keamanan lainnya.
Luangkan waktu secara rutin untuk mengecek status keamanan domain Anda agar aset digital ini tetap aman dan memberikan manfaat maksimal bagi bisnis atau proyek online Anda.


