Dalam era digital saat ini, domain merupakan salah satu aset paling berharga bagi pemilik website. Domain tidak hanya berfungsi sebagai alamat online, tetapi juga mewakili identitas brand di internet. Namun, di balik pentingnya peran domain, ada ancaman serius yang sering diabaikan, yaitu domain hijacking. Banyak pemilik website baru menyadari ancaman ini setelah terlambat, ketika domain mereka sudah dicuri atau dikuasai pihak lain. Lalu, apa sebenarnya domain hijacking, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana mencegahnya?
Domain hijacking adalah praktik pengambilalihan domain secara ilegal oleh pihak yang tidak berhak. Serangan ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan celah keamanan, mencuri akses login ke akun registrar, atau memalsukan identitas pemilik domain untuk memproses transfer secara ilegal. Akibatnya, domain berpindah kepemilikan tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemilik aslinya. Dampaknya bisa sangat besar, mulai dari hilangnya brand identity, kerugian finansial, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan.
Kasus domain hijacking biasanya terjadi karena lemahnya keamanan dari pihak pemilik. Misalnya, penggunaan password yang lemah, tidak mengaktifkan verifikasi dua langkah, atau kurangnya perhatian terhadap masa aktif domain. Ada juga kasus di mana email utama pemilik domain diretas, sehingga penyerang bisa menguasai akun registrar dengan mudah. Bahkan, pada beberapa situasi, serangan social engineering digunakan untuk mengelabui penyedia layanan domain agar menyetujui transfer domain ke pihak lain.
Mencegah domain hijacking sebenarnya tidak sulit, asalkan pemilik domain menerapkan praktik keamanan digital yang baik. Salah satu langkah paling penting adalah menggunakan password yang kuat dan unik untuk akun registrar. Hindari menggunakan password yang sama dengan akun lain, terutama email. Selain itu, aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) agar login tidak bisa dilakukan hanya dengan password.
Selain keamanan login, menjaga keamanan email yang terhubung ke akun domain juga sangat penting. Sebagian besar proses verifikasi domain dilakukan melalui email, sehingga jika email diretas, domain Anda juga dalam bahaya. Gunakan penyedia email yang terpercaya, aktifkan 2FA, dan waspadai email phishing yang bisa mencuri kredensial login Anda.
Langkah pencegahan lainnya adalah mengaktifkan fitur domain lock di registrar. Domain lock mencegah domain ditransfer ke registrar lain tanpa otorisasi pemilik. Dengan fitur ini, meskipun ada upaya transfer ilegal, registrar akan otomatis menolaknya. Fitur ini biasanya bisa diaktifkan langsung dari dashboard registrar.
Memperhatikan masa aktif domain juga sangat penting. Banyak kasus domain hilang bukan karena diretas, melainkan karena kelalaian pemilik yang lupa memperpanjang. Domain yang kadaluarsa bisa langsung direbut oleh pihak lain. Untuk menghindari hal ini, aktifkan fitur perpanjangan otomatis dan pastikan metode pembayaran selalu valid.
Pemilik domain juga perlu rutin memantau status domain melalui WHOIS atau dashboard registrar. Jika ada perubahan aneh, seperti update informasi pemilik atau registrar, segera hubungi penyedia layanan domain. Tindakan cepat dapat mencegah kerugian lebih lanjut jika memang ada indikasi pembajakan.
Dari sisi bisnis, kehilangan domain bisa berdampak fatal. Bayangkan jika domain utama toko online berpindah tangan, semua trafik pelanggan bisa langsung jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak reputasi brand. Oleh karena itu, keamanan domain harus dianggap sama pentingnya dengan keamanan website itu sendiri.
Kesimpulan
Domain hijacking adalah ancaman serius yang bisa merugikan pemilik website secara besar-besaran. Serangan ini biasanya terjadi karena kelalaian pemilik dalam menjaga keamanan login, email, atau perpanjangan domain. Untuk mencegahnya, pemilik harus menggunakan password kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, menjaga keamanan email, menggunakan domain lock, dan selalu memperpanjang domain tepat waktu. Dengan langkah pencegahan yang tepat, Anda bisa menjaga domain tetap aman dan melindungi identitas digital brand di dunia online.


