Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

RDPTips & Trik

Upload File Besar Tanpa Putus di RDP Windows

Ferdin Alamsyah

Remote Desktop Protocol (RDP) Windows adalah salah satu teknologi yang sering digunakan untuk mengakses komputer atau server dari jarak jauh. Banyak perusahaan maupun individu memanfaatkan RDP untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengelola server, menjalankan aplikasi khusus, hingga menyimpan data. Namun, salah satu tantangan yang sering muncul adalah ketika harus meng-upload file berukuran besar ke dalam RDP.

Tidak jarang proses unggah gagal di tengah jalan karena koneksi internet yang tidak stabil atau keterbatasan pengaturan default pada Windows. Masalah ini tentu cukup merepotkan, apalagi jika file yang diunggah merupakan file penting seperti database, backup sistem, atau file multimedia berukuran puluhan gigabyte. Artikel ini akan membahas cara-cara meng-upload file besar di RDP Windows tanpa putus, serta tips agar proses berjalan lebih lancar.

Mengapa Upload File Besar di RDP Sering Gagal?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan proses upload file besar ke RDP sering terputus, di antaranya:

  1. Koneksi Internet Tidak Stabil
    Jika koneksi terputus meskipun hanya sebentar, proses upload bisa gagal total.
  2. Timeout pada RDP
    Secara default, RDP memiliki batasan sesi yang bisa memutus koneksi otomatis jika dianggap idle.
  3. Batasan Transfer File
    Beberapa konfigurasi server membatasi kecepatan dan ukuran maksimal file yang dapat ditransfer.
  4. Proses Copy-Paste yang Tidak Efektif
    Banyak pengguna mengandalkan copy-paste langsung dari komputer lokal ke RDP. Cara ini tidak dirancang untuk file besar sehingga rawan gagal.

Metode Upload File Besar ke RDP

Untuk menghindari kegagalan saat mengunggah file besar, ada beberapa metode yang bisa digunakan:

1. Menggunakan Shared Folder (Drive Mapping)

Cara ini memungkinkan Anda membuat folder bersama antara komputer lokal dan RDP. Dengan begitu, file dapat dipindahkan seperti biasa tanpa harus copy-paste langsung.

  • Buka Remote Desktop Connection.
  • Pilih Show OptionsLocal ResourcesMore.
  • Centang drive atau folder yang ingin dibagikan.
  • Setelah terhubung, drive tersebut akan muncul di RDP.
    Metode ini lebih stabil untuk transfer file besar karena data dipindahkan secara langsung.

2. Memanfaatkan FTP atau SFTP

Jika server RDP mendukung layanan FTP/SFTP, Anda bisa menggunakan aplikasi seperti FileZilla untuk mengunggah file. Proses ini lebih efisien karena protokol FTP memang dirancang untuk transfer data berukuran besar.

  • Install FileZilla di komputer lokal.
  • Masukkan alamat server, username, dan password.
  • Upload file ke server.
    Kelebihan metode ini adalah kecepatan transfer yang lebih stabil dibandingkan copy-paste biasa.

3. Menggunakan Cloud Storage (Google Drive, OneDrive, Dropbox)

Alternatif lain adalah mengunggah file terlebih dahulu ke cloud storage, kemudian mengunduhnya kembali melalui browser di dalam RDP. Cara ini mengurangi risiko gagal karena koneksi ke layanan cloud biasanya lebih stabil.

4. Menggunakan Aplikasi Transfer Besar Seperti WinSCP

WinSCP adalah aplikasi yang mendukung SFTP dan SCP, dua protokol yang aman untuk transfer file besar. Selain aman, aplikasi ini juga mendukung fitur resume upload, sehingga jika koneksi terputus, proses bisa dilanjutkan tanpa mengulang dari awal.

5. Memecah File Menjadi Beberapa Bagian

Jika file terlalu besar, gunakan aplikasi seperti WinRAR atau 7-Zip untuk memecahnya menjadi beberapa bagian (split). Dengan cara ini, jika salah satu bagian gagal diunggah, Anda hanya perlu mengulang bagian tersebut, bukan keseluruhan file.

Tips Agar Upload File Tidak Putus

  1. Gunakan Koneksi Internet Stabil
    Pastikan koneksi internet tidak sering terputus. Jika memungkinkan, gunakan kabel LAN alih-alih Wi-Fi.
  2. Aktifkan Fitur Resume Upload
    Aplikasi seperti FileZilla atau WinSCP memiliki fitur ini yang memungkinkan proses dilanjutkan tanpa harus mengulang.
  3. Ubah Pengaturan Timeout RDP
    Anda bisa menonaktifkan auto-disconnect pada RDP dengan mengatur konfigurasi di Group Policy Editor. Caranya:
    • Jalankan gpedit.msc.
    • Buka Computer Configuration → Administrative Templates → Windows Components → Remote Desktop Services → Remote Desktop Session Host → Session Time Limits.
    • Atur agar sesi tidak otomatis terputus.
  4. Gunakan Kompresi File
    File yang dikompresi akan lebih kecil ukurannya sehingga lebih cepat diunggah.
  5. Upload di Waktu yang Tepat
    Jika internet Anda ramai digunakan, coba lakukan upload pada malam hari atau saat lalu lintas jaringan rendah.

Alternatif Jika Tetap Bermasalah

Jika semua cara di atas masih belum berhasil, ada alternatif lain yaitu dengan sinkronisasi data menggunakan layanan backup seperti Rclone atau rsync for Windows. Layanan ini memungkinkan sinkronisasi otomatis antara folder lokal dan server, dengan kemampuan melanjutkan proses jika koneksi terputus.

Selain itu, beberapa penyedia RDP juga menawarkan fitur direct file upload via panel, sehingga Anda bisa mengunggah file langsung melalui dashboard mereka tanpa harus masuk ke RDP terlebih dahulu.

Kesimpulan

Meng-upload file besar ke RDP Windows memang sering menjadi tantangan, terutama karena keterbatasan metode transfer standar seperti copy-paste langsung. Namun, dengan memanfaatkan metode alternatif seperti shared folder, FTP/SFTP, cloud storage, hingga aplikasi khusus seperti WinSCP, proses ini bisa berjalan lebih lancar.

Selain memilih metode yang tepat, penting juga untuk memperhatikan faktor pendukung seperti koneksi internet yang stabil, pengaturan timeout RDP, serta penggunaan kompresi file. Dengan kombinasi strategi tersebut, Anda bisa mengunggah file berukuran besar ke dalam RDP Windows tanpa harus khawatir prosesnya putus di tengah jalan.

Baca Juga