Di era digital saat ini, koneksi internet yang stabil dan cepat menjadi kebutuhan utama, baik untuk bisnis, sekolah, hingga kebutuhan personal. Salah satu cara untuk memastikan koneksi internet tetap berjalan lancar, terutama di jaringan yang menggunakan Mikrotik, adalah dengan memanfaatkan Virtual Private Server (VPS) sebagai media sharing koneksi internet. Artikel ini akan membahas bagaimana cara sharing koneksi internet via VPS ke Mikrotik, mulai dari konsep dasar hingga langkah konfigurasi praktis.
Apa itu VPS dan Mikrotik?
VPS (Virtual Private Server) adalah server virtual yang dijalankan di atas server fisik dengan sumber daya yang terisolasi. VPS biasanya digunakan untuk hosting website, server game, atau sebagai VPN untuk mengamankan koneksi internet.
Mikrotik adalah perangkat jaringan yang populer digunakan sebagai router dengan fitur lengkap, termasuk manajemen bandwidth, firewall, VPN, dan hotspot. Mikrotik sering digunakan di lingkungan perusahaan atau ISP kecil untuk mengatur lalu lintas jaringan dengan efisien.
Mengapa Menggunakan VPS untuk Sharing Internet?
Pada kondisi tertentu, Anda mungkin memiliki akses ke VPS dengan koneksi internet cepat dan stabil, namun jaringan lokal Anda terbatas akses internetnya. Dengan menghubungkan Mikrotik ke VPS, Anda bisa memanfaatkan koneksi internet VPS sebagai gateway utama ke internet. Manfaatnya antara lain:
- Keamanan: Koneksi internet melalui VPS bisa dienkripsi, sehingga lebih aman dari ancaman luar.
- Stabilitas: VPS biasanya memiliki koneksi internet yang lebih stabil dan bandwidth besar.
- Kontrol jaringan: Mikrotik dapat mengatur lalu lintas dan memfilter koneksi dengan mudah.
- Bypass pembatasan ISP lokal: Jika ISP lokal melakukan pembatasan, koneksi lewat VPS bisa menjadi solusi.
Konsep Sharing Koneksi Internet via VPS ke Mikrotik
Secara garis besar, konsepnya adalah menjadikan VPS sebagai gateway (router) yang menerima koneksi internet dari provider VPS, kemudian membagikan koneksi tersebut ke Mikrotik melalui tunnel VPN (seperti OpenVPN, WireGuard, atau IPSec).
Prosesnya kira-kira seperti ini:
- VPS mendapatkan akses internet dari provider datacenter.
- VPS menjalankan layanan VPN server.
- Mikrotik terhubung ke VPS melalui VPN client.
- Semua trafik internet Mikrotik diarahkan ke VPS.
- VPS meneruskan trafik ke internet dan mengembalikan respons ke Mikrotik.
Dengan skema ini, Mikrotik seolah-olah menggunakan koneksi internet VPS secara langsung.
Persiapan yang Dibutuhkan
Sebelum memulai konfigurasi, siapkan hal berikut:
- VPS dengan sistem operasi Linux (biasanya Ubuntu/Debian).
- Koneksi internet aktif di VPS.
- Mikrotik RouterOS dengan akses admin.
- Software VPN yang akan digunakan (OpenVPN, WireGuard, atau IPSec).
- Akses SSH ke VPS dan Winbox atau WebFig untuk Mikrotik.
Langkah-langkah Konfigurasi
1. Setting VPN Server di VPS
Sebagai contoh, kita gunakan OpenVPN karena mudah dan kompatibel dengan Mikrotik.
- Install OpenVPN di VPS:
sudo apt update
sudo apt install openvpn easy-rsa -y
- Konfigurasi OpenVPN server (gunakan tutorial resmi untuk pembuatan sertifikat dan konfigurasi server). Secara singkat, Anda perlu membuat CA, server key, client key, dan mengatur file server.conf.
- Jalankan OpenVPN server:
sudo systemctl start openvpn@server
sudo systemctl enable openvpn@server
- Pastikan port OpenVPN (default 1194 UDP) terbuka di firewall VPS.
2. Konfigurasi OpenVPN Client di Mikrotik
- Upload file konfigurasi OpenVPN client dan sertifikat ke Mikrotik via Winbox atau FTP.
- Buat profile VPN di Mikrotik dengan menu PPP > Interface > Add > OpenVPN Client.
- Masukkan server IP VPS, port, dan autentikasi sertifikat.
- Hubungkan client dan pastikan statusnya connected.
3. Routing Internet via VPN
- Atur routing Mikrotik supaya seluruh trafik internet diarahkan melalui interface OpenVPN.
- Tambahkan default route baru dengan gateway VPN client:
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=<interface-openvpn>
- Pastikan default route lama diganti atau prioritasnya disesuaikan.
4. Konfigurasi IP Forwarding dan NAT di VPS
Agar VPS meneruskan trafik dari VPN client ke internet, lakukan pengaturan IP forwarding dan NAT di VPS.
- Aktifkan IP forwarding:
sudo sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1
- Tambahkan aturan iptables untuk NAT:
sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE
Ganti 10.8.0.0/24 dengan subnet VPN server Anda, dan eth0 dengan interface jaringan VPS.
- Simpan aturan iptables agar permanen.
5. Testing Koneksi
- Cek apakah Mikrotik berhasil terkoneksi ke VPS VPN.
- Lakukan ping ke internet dan pastikan trafik melewati VPS.
- Gunakan tools seperti traceroute atau cek IP public via situs seperti
whatismyip.comuntuk memastikan IP sudah berganti ke IP VPS.
Tips dan Troubleshooting
- Pastikan firewall VPS dan Mikrotik tidak memblokir port VPN.
- Gunakan protokol UDP untuk OpenVPN agar koneksi lebih cepat.
- Jika koneksi VPN putus-putus, cek kestabilan VPS dan jalur internet Mikrotik.
- Monitoring trafik di Mikrotik dan VPS untuk menghindari bottleneck.
- Backup konfigurasi Mikrotik dan VPS sebelum melakukan perubahan besar.
Kesimpulan
Sharing koneksi internet via VPS ke Mikrotik merupakan solusi efektif untuk meningkatkan kualitas dan keamanan akses internet di jaringan lokal Anda. Dengan memanfaatkan VPS sebagai gateway, Anda bisa mendapatkan koneksi yang lebih stabil dan terkendali, serta mengatasi keterbatasan ISP lokal. Meski memerlukan konfigurasi yang cukup teknis, langkah-langkah yang sistematis dan pemahaman dasar tentang VPN dan routing akan membantu Anda berhasil mengimplementasikannya.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mengelola jaringan dengan Mikrotik dan VPS. Jika ada pertanyaan atau butuh tutorial lebih mendetail tentang konfigurasi VPN di Mikrotik, jangan ragu untuk bertanya!


