Baterai adalah bagian yang sangat penting dari sebuah perangkat dan jika terjadi gangguan seperti bocor maka bisa mengganggu fungsi perangkat secara keseluruhan. Cara mengatasi baterai bocor bisa dilakukan dengan beberapa cara namun kenali dulu gejalanya apakah memang bocor atau karena sebab lain. Simaklah pembahasannya di bawah ini:
Ciri Baterai Bocor
Terkadang fungsi perangkat menurun atau terganggu tapi pengguna tidak mengetahui penyebabnya. Untuk mengetahui apakah benar baterai bocor yang menjadi masalahnya simaklah penjelasannya di bawah ini:
- Daya baterai cepat penuh tapi cepat habis juga.
- Saat di-charge sudah terlihat penuh tapi langsung mati saat dicabut.
- Baterai membutuhkan waktu lama saat di-charge.
- Bentuk baterai atau bagian belakang perangkat menjadi kembung.
- Handphone atau perangkat cepat panas.
- Tanda baterai sedang charge tidak muncul. Biasanya ada lambang petir jika perangkat sedang di-charge tapi kali ini tidak.
- Perangkat hanya bisa dihidupkan jika menyambungkannya langsung dengan sumber daya listrik.
Cara Mengatasi Kebocoran Baterai
Jika ciri-ciri di atas mulai terlihat di perangkat milik pengguna yang menandakan kebocoran baterai, ada cara mengatasi baterai bocor yang dapat dilakukan. Namun kondisi baterai belum dalam tahap kerusakan parah. Begini cara mengatasinya:

1. Gunakan Aplikasi Penghemat Baterai
Ada banyak aplikasi penghemat baterai yang bisa diunduh untuk membantu menghemat baterai misalnya Battery Doctor yang bisa menghentikan aplikasi berjalan padahal tidak dipakai lagi. Alternatif lain adalah Battery Saver yang mencegah baterai menjadi panas atau Avira Optimizer yang memiliki fitur RAM Cleaner cocok untuk yang suka bermain game.
2. Pilihlah Wallpaper atau Moda Gelap
Wallpaper yang berwarna gelap bisa menghemat pemakaian baterai karena membuat piksel menjadi tidak aktif. Sebagian besar perangkat Android memiliki pilihan fitur ini sehingga bisa membantu menghemat energi. Energi dibutuhkan untuk menerangi piksel berwarna, dengan memilih wallpaper warna gelap atau menggunakan moda-gelap atau dark-mode maka baterai bisa dihemat.
3. Atur Kecerahan Layar
Makin tinggi tingkat kecerahan layar maka baterai akan cepat habis maka aturlah agar kecerahannya nyaman di mata. Biasanya ada pengaturan kecerahan layar otomatis atau “Auto Brightness”, fitur ini bisa menyesuaikan keadaan sekitar dengan tingkat kecerahan. Tapi ini juga membutuhkan energi, karenanya fitur ini bisa dinonaktifkan dengan mengatur kecerahan secara manual.
4. Non-aktifkan Aplikasi Google Bawaan
Beberapa aplikasi bawaan Google ternyata menjadi salah satu sumber yang menghabiskan daya baterai seperti Google Play Service karena melakukan sinkronisasi seluruh layanan Google di perangkat. Misalnya Gmail, Google Maps dan GPS. Khususnya jika pengguna sedang aktif di perjalanan, alangkah baiknya menonaktifkan sementara semua fitur tersebut agar hemat baterai.
5. Lakukan Pendinginan Baterai
Untuk sementara cabutlah baterai dari perangkat dan tunggu agar baterai berada pada suhu ruangan. Lalu bungkus rapat dengan plastik atau kertas berlapis agar tidak basah lalu masukkan ke freezer. Biarkan hingga 9 – 12 jam hingga baterai terasa beku.
Setelah itu keluarkan dari freezer dan biarkan suhunya menjadi suhu ruangan. Setelah kembali ke suhu ruangan, pasang kembali baterainya dan lakukan pengisian daya atau charge sekitar 8 jam dimana perangkat dalam keadaan mati. Biasanya fungsi baterai akan kembali membaik.
Cara mengatasi baterai bocor memang tidak sulit namun jauh lebih memahami penyebab terjadi baterai bocor agar bisa menghindarinya. Solusi yang dijelaskan di atas bisa membantu untuk kondisi baterai yang belum parah. Tapi jika semua cara sudah dilakukan dan baterai tetap tidak berfungsi baik berarti baterai tersebut harus diganti baru.

