Keamanan website adalah hal yang sangat penting dalam dunia digital saat ini. Salah satu cara paling dasar namun sangat efektif untuk melindungi situs dari serangan siber adalah dengan menggunakan password yang kuat. Banyak kasus peretasan website terjadi bukan karena sistem yang lemah, melainkan karena password yang mudah ditebak atau digunakan secara berulang. Artikel ini akan membahas cara membuat password aman untuk website, lengkap dengan tips praktis yang bisa kamu terapkan agar situs tetap terlindungi.
Mengapa Password Aman Itu Penting
Password adalah garis pertahanan pertama dari sistem keamanan website. Jika password lemah, peretas bisa dengan mudah masuk ke akun administrator dan mengambil alih kontrol website. Dalam banyak kasus, peretasan terjadi karena pengguna masih menggunakan password seperti “admin123” atau “password”.
Selain melindungi website, password yang kuat juga menjaga data sensitif seperti informasi pelanggan, email, dan transaksi online. Maka dari itu, penting untuk menerapkan strategi keamanan website sejak awal — termasuk pengelolaan password yang aman dan teratur.
Gunakan Kombinasi Karakter yang Kuat
Langkah pertama dalam membuat password yang aman untuk website adalah menggunakan kombinasi karakter yang sulit ditebak. Hindari kata-kata umum atau informasi pribadi yang mudah diketahui, seperti nama, tanggal lahir, atau nama brand.
Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Misalnya: D3w@B!z2025 jauh lebih kuat dibandingkan dewabiz123. Panjang password juga berpengaruh besar — idealnya, gunakan minimal 12 karakter agar lebih sulit dipecahkan oleh serangan brute force.
Hindari Informasi Pribadi
Kesalahan umum lainnya adalah menggunakan informasi pribadi sebagai password. Data seperti nama hewan peliharaan, tanggal ulang tahun, atau nama pasangan mudah ditemukan melalui media sosial.
Peretas sering menggunakan teknik “social engineering” untuk menebak password berdasarkan informasi publik. Jadi, hindarilah menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan kehidupan pribadi, dan buat kombinasi acak yang tidak bisa ditebak oleh orang lain.
Gunakan Password yang Berbeda untuk Setiap Akun
Menggunakan satu password untuk semua akun adalah kebiasaan yang berbahaya. Jika satu akun berhasil diretas, maka semua akun lain berisiko ikut diretas juga.
Gunakan password berbeda untuk setiap platform, terutama untuk akun penting seperti cPanel hosting, email bisnis, dan dashboard admin website. Jika sulit mengingat semuanya, gunakan password manager seperti Bitwarden, 1Password, atau LastPass yang bisa menyimpan dan mengenkripsi password secara aman.
DewaBiz, misalnya, menyarankan pengguna hosting mereka untuk mengganti password secara berkala dan tidak pernah menggunakan password yang sama untuk lebih dari satu layanan.
Ganti Password Secara Berkala
Password yang digunakan terlalu lama bisa berisiko bocor tanpa kamu sadari. Kebocoran data dari platform lain bisa membuat akunmu ikut terdampak jika menggunakan kombinasi yang sama.
Sebaiknya, ubah password setiap 3–6 bulan sekali dan hindari menggunakan password lama. Langkah ini mungkin terasa merepotkan, tetapi sangat penting untuk mencegah akses ilegal ke website.
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Salah satu langkah paling efektif untuk meningkatkan keamanan website adalah dengan autentikasi dua faktor (2FA). Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan di luar password, biasanya berupa kode OTP (One-Time Password) yang dikirim ke ponsel atau aplikasi autentikator seperti Google Authenticator dan Authy.
Dengan 2FA, meskipun peretas mengetahui password kamu, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi tambahan. Banyak penyedia hosting seperti DewaBiz sudah mendukung fitur ini untuk melindungi akun pengguna.
Jangan Simpan Password di Browser
Banyak orang menyimpan password langsung di browser agar mudah login. Namun, ini berisiko besar jika perangkat diretas, hilang, atau digunakan oleh orang lain. Selain itu, malware juga bisa mencuri data login yang tersimpan di browser.
Lebih aman menggunakan password manager dengan sistem enkripsi tinggi dibandingkan menyimpannya di browser. Dengan begitu, data login tetap aman bahkan jika komputer terinfeksi virus.
Periksa Apakah Password Pernah Bocor
Ada banyak situs yang bisa membantu kamu memeriksa apakah password atau email pernah bocor dalam insiden keamanan, seperti haveibeenpwned.com. Jika hasilnya menunjukkan bahwa datamu pernah terlibat dalam kebocoran, segera ganti semua password terkait.
Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal bisa mencegah peretasan lanjutan yang lebih berbahaya.
Gunakan Generator Password Otomatis
Jika kamu kesulitan membuat kombinasi password yang rumit, gunakan password generator otomatis. Fitur ini tersedia di banyak platform, termasuk di dalam password manager. Alat tersebut akan menghasilkan password acak dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol yang sulit ditebak.
Misalnya, kamu bisa membuat password seperti R9#tLp@7qKz! hanya dengan satu klik. Selain efisien, cara ini juga memastikan password memiliki tingkat keamanan yang tinggi.
Kesimpulan
Password adalah fondasi utama dari keamanan website. Dengan membuat password yang kuat, menggantinya secara berkala, serta menambahkan autentikasi dua faktor, kamu bisa melindungi situs dari risiko peretasan.
Ingat, keamanan website tidak hanya bergantung pada sistem hosting, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam mengelola akses login. Terapkan semua tips di atas agar website dan data pelangganmu tetap aman.
Jika kamu ingin melindungi situs lebih maksimal, gunakan layanan hosting yang sudah dilengkapi fitur keamanan seperti SSL gratis dan proteksi malware dari DewaBiz.
Segera amankan website kamu hari ini dan pastikan bisnis online tetap berjalan lancar tanpa gangguan keamanan!


