Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

HostingPengetahuan

Cara Mengatur Hosting untuk Multisite

Ferdin Alamsyah

Bagi sebagian pemilik website, memiliki satu domain utama sudah cukup. Namun, ada juga yang membutuhkan banyak website sekaligus, entah untuk keperluan bisnis, komunitas, atau proyek pribadi. Di sinilah konsep multisite hadir sebagai solusi. Dengan multisite, Anda bisa mengelola beberapa website hanya dari satu instalasi hosting. Praktis, efisien, dan hemat biaya.

Lalu, bagaimana cara mengatur hosting agar bisa menjalankan multisite dengan optimal? Mari kita bahas langkah-langkahnya.

1. Apa Itu Multisite?

Multisite adalah fitur yang memungkinkan Anda membuat dan mengelola banyak website dalam satu platform hosting. Misalnya, dengan WordPress Multisite, Anda bisa memiliki beberapa website yang berjalan di bawah satu instalasi WordPress.

Ada dua opsi umum untuk multisite:

  • Subdomain (misalnya blog1.domain.com, blog2.domain.com).
  • Subdirektori (misalnya domain.com/blog1, domain.com/blog2).

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing, tergantung kebutuhan branding dan struktur website Anda.

2. Persiapan Awal

Sebelum mulai mengatur hosting untuk multisite, ada beberapa hal yang perlu dipastikan:

  1. Pilih hosting yang mendukung multisite. Tidak semua layanan hosting mampu menangani banyak website dalam satu paket. Pastikan penyedia hosting Anda mengizinkan penggunaan subdomain/subdirektori tanpa batas.
  2. Pastikan sumber daya cukup. Multisite membutuhkan resource lebih besar (CPU, RAM, storage). Gunakan paket hosting yang setidaknya menengah atau VPS untuk performa stabil.
  3. Gunakan domain utama yang kuat. Karena semua website akan terikat dengan domain induk, pilih domain yang profesional dan relevan.

3. Instalasi CMS dengan Dukungan Multisite

Jika menggunakan WordPress, langkah awalnya adalah mengaktifkan fitur WordPress Multisite:

  1. Install WordPress seperti biasa di domain utama.

Buka file wp-config.php dan tambahkan baris kode berikut:

define(‘WP_ALLOW_MULTISITE’, true);

  1. Login ke dashboard WordPress, lalu aktifkan jaringan multisite di menu Tools > Network Setup.
  2. Pilih apakah ingin menggunakan subdomain atau subdirektori untuk jaringan multisite.
  3. Ikuti instruksi WordPress untuk menambahkan kode tambahan ke file wp-config.php dan .htaccess.

Setelah selesai, Anda akan melihat menu My Sites di dashboard WordPress, yang memungkinkan Anda mengatur banyak website sekaligus.

4. Konfigurasi Hosting

Agar multisite berjalan lancar, Anda juga perlu melakukan pengaturan di sisi hosting:

  • Tambahkan subdomain (jika menggunakan opsi subdomain). Masuk ke cPanel atau panel hosting, lalu buat wildcard subdomain (*.domain.com). Ini penting agar semua subdomain baru otomatis terhubung.
  • Periksa pengaturan DNS. Pastikan domain utama dan subdomain diarahkan ke server hosting dengan benar.
  • Atur SSL. Gunakan sertifikat SSL wildcard agar semua subdomain terlindungi tanpa harus memasang SSL satu per satu.

5. Manajemen Website di Multisite

Setelah jaringan multisite aktif, Anda bisa membuat website baru dengan mudah:

  1. Masuk ke dashboard WordPress.
  2. Pilih My Sites > Network Admin > Sites > Add New.
  3. Masukkan nama situs, alamat (subdomain atau subdirektori), email admin, lalu simpan.

Setiap website akan memiliki dashboard sendiri, namun tetap dikelola dari satu instalasi WordPress. Anda bisa mengatur tema, plugin, dan pengguna secara terpusat.

6. Optimasi Performa Multisite

Karena multisite memuat banyak website dalam satu hosting, performa bisa menurun jika tidak dioptimalkan. Berikut tipsnya:

  • Gunakan caching. Instal plugin caching atau aktifkan caching dari sisi server.
  • Aktifkan CDN. Content Delivery Network membantu mempercepat akses dari berbagai lokasi.
  • Batasi plugin. Gunakan plugin yang benar-benar dibutuhkan dan pastikan kompatibel dengan multisite.
  • Pantau resource hosting. Periksa penggunaan CPU, RAM, dan storage secara berkala.

7. Kelebihan dan Kekurangan Multisite

Kelebihan:

  • Manajemen terpusat lebih praktis.
  • Hemat biaya dibanding membuat instalasi hosting terpisah.
  • Konsistensi brand lebih mudah dijaga.

Kekurangan:

  • Jika server down, semua website ikut terdampak.
  • Resource lebih berat sehingga butuh hosting yang kuat.
  • Beberapa plugin mungkin tidak kompatibel dengan multisite.

8. Kapan Harus Menggunakan Multisite?

Multisite cocok digunakan jika Anda:

  • Mengelola banyak website dengan topik serupa.
  • Membutuhkan struktur website berbeda tapi tetap satu jaringan.
  • Menjalankan portal besar dengan sub-seksi berbeda (misalnya portal berita, sekolah, atau komunitas).

Namun, jika hanya memiliki 2–3 website dengan kebutuhan berbeda, terkadang lebih efisien menggunakan hosting terpisah.

Penutup

Mengatur hosting untuk multisite memang membutuhkan persiapan lebih, tetapi hasilnya bisa sangat efisien. Dengan satu instalasi CMS dan hosting, Anda dapat mengelola banyak website sekaligus, menjaga konsistensi brand, serta menghemat biaya operasional.

Kuncinya ada pada pemilihan hosting yang tepat, konfigurasi subdomain/DNS yang benar, serta optimasi performa agar jaringan multisite tetap stabil. Jika dikelola dengan baik, multisite bukan hanya solusi praktis, tetapi juga strategi cerdas untuk mengembangkan ekosistem digital Anda.

Baca Juga