Banyak orang percaya bahwa usia domain menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan ranking website di mesin pencari. Keyakinan ini membuat sebagian pebisnis online lebih memilih membeli domain lama (aged domain) dibanding domain baru. Namun, apakah benar domain lama otomatis lebih bagus untuk SEO? Mari kita bahas secara mendalam.
1. Apa Itu Domain Lama?
Domain lama atau aged domain adalah domain yang sudah terdaftar dan aktif selama bertahun-tahun, bahkan ada yang berusia lebih dari satu dekade. Berbeda dengan domain baru yang belum pernah digunakan, domain lama biasanya memiliki:
- Riwayat kepemilikan (siapa yang pernah menggunakannya).
- Backlink profile dari situs lain.
- Index di mesin pencari sejak bertahun-tahun lalu.
Faktor-faktor inilah yang sering membuat domain lama dianggap lebih unggul dalam SEO.
2. Bagaimana Mesin Pencari Menilai Usia Domain?
Google sendiri pernah menegaskan bahwa usia domain bukan faktor utama dalam algoritma ranking. Artinya, domain berumur 10 tahun tidak otomatis lebih baik daripada domain baru.
Namun, ada aspek lain yang seringkali berkaitan dengan domain lama, yaitu:
- Konsistensi keberadaan: Domain yang sudah online bertahun-tahun biasanya dianggap lebih kredibel.
- Riwayat backlink: Domain lama cenderung sudah memiliki backlink dari berbagai sumber.
- Stabilitas kepemilikan: Domain yang tidak berpindah tangan terlalu sering dianggap lebih “serius”.
Dengan kata lain, yang berpengaruh bukan semata-mata umurnya, melainkan reputasi yang terbentuk seiring waktu.
3. Kelebihan Domain Lama untuk SEO
Menggunakan domain lama bisa memberikan beberapa keuntungan nyata, di antaranya:
- Sudah memiliki backlink
- Backlink berkualitas tinggi adalah salah satu faktor terkuat dalam SEO. Jika domain lama sudah memiliki banyak backlink alami, ini bisa mempercepat proses ranking.
- Backlink berkualitas tinggi adalah salah satu faktor terkuat dalam SEO. Jika domain lama sudah memiliki banyak backlink alami, ini bisa mempercepat proses ranking.
- Lebih cepat terindeks
- Domain yang sudah dikenal mesin pencari biasanya lebih cepat mengindeks konten baru.
- Domain yang sudah dikenal mesin pencari biasanya lebih cepat mengindeks konten baru.
- Memiliki authority
- Domain yang konsisten online bertahun-tahun dianggap lebih tepercaya dibanding domain baru yang belum terbukti.
- Domain yang konsisten online bertahun-tahun dianggap lebih tepercaya dibanding domain baru yang belum terbukti.
- Traffic residual
- Ada kemungkinan domain lama masih menerima traffic dari pencarian atau link lama, meskipun website sebelumnya sudah tidak aktif.
- Ada kemungkinan domain lama masih menerima traffic dari pencarian atau link lama, meskipun website sebelumnya sudah tidak aktif.
4. Kekurangan Domain Lama
Namun, tidak semua domain lama bagus untuk SEO. Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
- Riwayat buruk
- Jika domain pernah digunakan untuk spam, judi, atau konten ilegal, reputasi buruknya bisa terbawa dan sulit dipulihkan.
- Jika domain pernah digunakan untuk spam, judi, atau konten ilegal, reputasi buruknya bisa terbawa dan sulit dipulihkan.
- Backlink toxic
- Banyak domain lama memiliki backlink dari situs berkualitas rendah, yang justru bisa menurunkan ranking.
- Banyak domain lama memiliki backlink dari situs berkualitas rendah, yang justru bisa menurunkan ranking.
- Harga mahal
- Domain lama yang bagus biasanya dijual dengan harga premium, bisa puluhan juta hingga miliaran rupiah.
- Domain lama yang bagus biasanya dijual dengan harga premium, bisa puluhan juta hingga miliaran rupiah.
- Tidak selalu relevan
- Kata kunci dalam domain lama mungkin tidak relevan lagi dengan niche atau bisnis Anda.
- Kata kunci dalam domain lama mungkin tidak relevan lagi dengan niche atau bisnis Anda.
5. Apakah Domain Baru Tidak Bagus untuk SEO?
Banyak orang salah kaprah bahwa domain baru sulit bersaing di SEO. Faktanya:
- Website dengan domain baru bisa cepat naik ranking jika memiliki konten berkualitas, struktur SEO yang baik, dan backlink relevan.
- Google lebih mengutamakan kualitas konten dan pengalaman pengguna, bukan usia domain.
- Ada banyak contoh website baru yang berhasil menyalip website lama hanya dalam hitungan bulan.
Jadi, domain baru tetap punya peluang besar jika dikelola dengan strategi SEO yang tepat.
6. Tips Memilih Domain untuk SEO
Jika Anda ingin menggunakan domain lama, perhatikan hal-hal berikut:
- Cek riwayat domain: Gunakan tools seperti Wayback Machine untuk melihat konten sebelumnya.
- Audit backlink: Gunakan Ahrefs, SEMrush, atau Moz untuk memastikan backlink domain berkualitas.
- Periksa penalti Google: Pastikan domain tidak masuk daftar hitam atau terkena penalti.
Sementara jika memilih domain baru:
- Pilih nama yang singkat, mudah diingat, dan brandable.
- Gunakan ekstensi populer (.com, .id, .co).
- Bangun reputasi dari awal dengan konten yang konsisten dan strategi backlink sehat.
7. Mana yang Lebih Baik: Domain Lama atau Baru?
Jawabannya tergantung kebutuhan dan strategi Anda:
- Domain lama cocok untuk Anda yang ingin mempercepat proses SEO, asalkan domain tersebut bersih dan memiliki backlink berkualitas.
- Domain baru cocok jika Anda ingin membangun brand dari nol tanpa khawatir dengan riwayat buruk masa lalu.
Keduanya bisa bagus untuk SEO, dengan catatan dikelola secara konsisten dan fokus pada konten berkualitas serta pengalaman pengguna.
Kesimpulan
Domain lama memang memiliki potensi lebih cepat berkembang dalam SEO karena biasanya sudah memiliki backlink, otoritas, dan kepercayaan mesin pencari. Namun, usia domain bukanlah faktor penentu utama. Google lebih memprioritaskan konten, relevansi, pengalaman pengguna, dan kualitas backlink dibanding sekadar umur domain.
Jika Anda berencana membeli domain lama, pastikan melakukan riset mendalam agar tidak terjebak membeli domain dengan riwayat buruk. Di sisi lain, domain baru juga bisa sukses di SEO selama Anda menerapkan strategi yang tepat.
Jadi, apakah domain lama lebih bagus untuk SEO? Jawabannya: tidak selalu. Yang lebih penting adalah bagaimana Anda membangun kualitas website di atas domain tersebut.


