Bagi pemilik website, salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah domain tidak terhubung ke hosting. Error ini bisa membuat website tidak bisa diakses atau hanya menampilkan halaman kosong. Tentu hal ini merugikan, apalagi jika website digunakan untuk bisnis.
Tenang, masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan langkah-langkah yang tepat. Artikel ini akan membahas penyebab umum dan cara mengatasi error domain tidak terhubung ke hosting secara praktis.
1. Memahami Hubungan Domain dan Hosting
Sebelum membahas solusinya, penting memahami bagaimana domain bekerja:
- Domain adalah alamat website, misalnya namabisnis.com.
- Hosting adalah tempat menyimpan file website (HTML, gambar, database, dll.).
- Domain bisa terhubung ke hosting melalui DNS (Domain Name System) yang mengarahkan alamat domain ke server hosting tertentu.
Jika salah satu pengaturan tidak tepat, maka domain tidak akan bisa menampilkan website dengan benar.
2. Penyebab Umum Domain Tidak Terhubung ke Hosting
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan masalah ini, di antaranya:
- Nameserver belum diarahkan
- Domain masih menggunakan nameserver default registrar, bukan nameserver hosting.
- Domain masih menggunakan nameserver default registrar, bukan nameserver hosting.
- Propagasi DNS
- Setelah mengubah nameserver, butuh waktu 24–48 jam agar perubahan menyebar di seluruh dunia.
- Setelah mengubah nameserver, butuh waktu 24–48 jam agar perubahan menyebar di seluruh dunia.
- Salah pengaturan DNS
- Record A, CNAME, atau MX tidak dikonfigurasi dengan benar.
- Record A, CNAME, atau MX tidak dikonfigurasi dengan benar.
- Hosting belum aktif
- Layanan hosting belum diproses, masih pending, atau sudah kedaluwarsa.
- Layanan hosting belum diproses, masih pending, atau sudah kedaluwarsa.
- Kesalahan konfigurasi server
- Misalnya, domain belum ditambahkan ke cPanel atau server hosting.
- Misalnya, domain belum ditambahkan ke cPanel atau server hosting.
- Cache browser atau DNS lokal
- Kadang website tidak bisa diakses karena cache lama tersimpan di perangkat.
- Kadang website tidak bisa diakses karena cache lama tersimpan di perangkat.
3. Cara Mengatasi Domain Tidak Terhubung ke Hosting
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
a. Cek Nameserver Domain
- Login ke akun registrar domain (tempat Anda membeli domain, misalnya Dewabiz.com, Niagahoster, Domainesia, GoDaddy).
- Pastikan nameserver sudah diarahkan ke hosting. Contoh:
- ns1.namahosting.com
- ns2.namahosting.com
- ns1.namahosting.com
- Jika masih menggunakan nameserver default registrar, ubah ke nameserver hosting Anda.
b. Tunggu Propagasi DNS
Setelah mengubah nameserver, tunggulah hingga 24–48 jam. Proses propagasi ini bervariasi tergantung lokasi dan penyedia internet. Untuk mengecek, gunakan tools seperti:
Jika status sudah global, domain seharusnya bisa diakses.
c. Cek Pengaturan DNS Zone
Masuk ke cPanel → Zone Editor → pastikan:
- Record A diarahkan ke IP server hosting.
- CNAME diarahkan dengan benar jika ada subdomain.
- MX Record diatur sesuai kebutuhan email domain.
Contoh:
A record: namadomain.com → 123.45.67.89 (IP server hosting)
CNAME: www → namadomain.com
d. Tambahkan Domain ke Hosting
Jika domain belum ditambahkan ke hosting, lakukan langkah berikut:
- Login ke cPanel.
- Masuk ke menu Addon Domains (untuk domain tambahan) atau Domains.
- Tambahkan nama domain Anda.
- Tentukan folder root tempat file website akan disimpan.
Jika domain utama, biasanya sudah otomatis ditambahkan.
e. Periksa Status Hosting
Kadang masalah bukan di domain, tapi di hosting. Pastikan layanan hosting:
- Aktif (tidak expired).
- Sudah terhubung dengan domain yang benar.
- Tidak ada gangguan server dari pihak penyedia hosting.
Anda bisa menghubungi support hosting jika status server bermasalah.
f. Bersihkan Cache Browser dan DNS Lokal
Kadang domain sudah terhubung, tetapi perangkat masih menampilkan cache lama. Solusinya:
- Hapus cache browser.
Flush DNS di komputer, misalnya dengan mengetikkan perintah berikut di Command Prompt (Windows):
ipconfig /flushdns
Untuk Mac:
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
4. Tips Agar Domain dan Hosting Selalu Terhubung
- Gunakan nameserver default hosting untuk menghindari error.
- Catat IP server hosting sebagai backup jika perlu mengatur manual.
- Cek masa aktif domain dan hosting agar tidak kedaluwarsa.
- Gunakan layanan hosting dengan uptime tinggi supaya domain selalu online.
- Lakukan monitoring website menggunakan tools seperti UptimeRobot untuk memastikan domain selalu aktif.
5. Kapan Harus Menghubungi Support?
Jika semua langkah di atas sudah dilakukan namun domain tetap tidak terhubung, sebaiknya hubungi tim support domain atau hosting. Berikan detail seperti:
- Nama domain.
- Screenshots pengaturan nameserver/DNS.
- IP server hosting.
- Pesan error yang muncul di browser.
Support biasanya bisa mengecek log server dan memberikan solusi lebih cepat.
Kesimpulan
Error domain tidak terhubung ke hosting memang cukup mengganggu, tetapi umumnya disebabkan oleh hal sederhana seperti nameserver salah, propagasi DNS, atau pengaturan DNS yang belum benar. Dengan melakukan pengecekan sistematis—mulai dari nameserver, DNS Zone, status hosting, hingga cache browser—masalah ini bisa diatasi dengan mudah.
Ingat, domain dan hosting adalah dua komponen yang saling terhubung. Jika salah satunya bermasalah, website tidak akan bisa diakses. Jadi, pastikan Anda selalu memantau pengaturan dan masa aktif keduanya agar website tetap online tanpa hambatan.


