Di dunia digital, domain dan hosting adalah dua istilah yang sering ditemui, terutama bagi mereka yang ingin membangun website. Namun, ada banyak istilah teknis lain yang juga penting untuk dipahami agar tidak bingung saat mengelola situs. Artikel ini akan membahas daftar istilah penting seputar domain dan hosting yang wajib kamu ketahui.
1. Domain
Domain adalah alamat unik yang digunakan untuk mengakses website di internet, seperti contoh.com. Tanpa domain, pengunjung harus mengingat alamat IP numerik yang rumit. Domain berfungsi sebagai pengganti IP agar mudah diingat.
2. Hosting
Hosting adalah layanan penyimpanan data website di server yang selalu terhubung dengan internet. Semua file seperti gambar, teks, dan database disimpan di hosting agar website dapat diakses kapan saja.
3. DNS (Domain Name System)
DNS adalah sistem yang menghubungkan nama domain dengan alamat IP server. Ketika seseorang mengetik domain di browser, DNS akan menerjemahkannya menjadi IP agar browser tahu di mana mencari data website.
4. Registrar
Registrar adalah perusahaan resmi yang memiliki izin untuk mendaftarkan nama domain. Saat membeli domain, kamu melakukannya melalui registrar atau reseller resmi.
5. Subdomain
Subdomain adalah bagian tambahan dari domain utama, misalnya blog.contoh.com. Subdomain biasanya digunakan untuk memisahkan bagian tertentu dari sebuah website.
6. TLD (Top Level Domain)
TLD adalah ekstensi domain yang berada di akhir, misalnya .com, .id, .net. Ada berbagai jenis TLD, seperti:
- gTLD (Generic TLD): Contoh .com, .org, .net
- ccTLD (Country Code TLD): Contoh .id (Indonesia), .us (Amerika Serikat)
7. Shared Hosting
Shared hosting adalah jenis hosting di mana satu server digunakan oleh banyak pengguna. Ini adalah pilihan yang terjangkau, tetapi sumber daya terbatas.
8. VPS (Virtual Private Server)
VPS adalah server virtual yang memberikan lebih banyak kontrol dan sumber daya dibanding shared hosting. Cocok untuk website dengan trafik menengah hingga tinggi.
9. Dedicated Server
Dedicated server adalah server fisik yang sepenuhnya digunakan oleh satu pengguna. Opsi ini memberikan performa terbaik, tetapi harganya lebih mahal.
10. Cloud Hosting
Cloud hosting menggunakan beberapa server yang terhubung (cloud) untuk memastikan website tetap online meskipun ada gangguan pada satu server.
11. SSL (Secure Socket Layer)
SSL adalah protokol keamanan yang mengenkripsi data antara server dan browser. Website dengan SSL ditandai dengan awalan HTTPS dan ikon gembok di browser.
12. Bandwidth
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer dari server ke pengunjung dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi bandwidth, semakin lancar akses website.
13. Uptime
Uptime adalah persentase waktu server aktif dan dapat diakses. Layanan hosting yang baik biasanya memiliki uptime minimal 99,9%.
14. Nameserver
Nameserver adalah bagian dari DNS yang mengarahkan domain ke server hosting. Biasanya diberikan oleh penyedia hosting saat menghubungkan domain.
Kesimpulan
Memahami istilah-istilah ini sangat penting untuk siapa saja yang ingin membangun atau mengelola website. Dengan pemahaman yang baik, kamu akan lebih percaya diri dalam memilih layanan domain dan hosting, serta mengoptimalkan situs agar berjalan maksimal.


