Promo Domain .web.id .biz.id .my.id Hanya 5.000 Rupiah

Sistem KeamananTechnology

Cloudflare Tunnel + Mikrotik: Kombinasi Menarik?

Sely Marlinda

Apa Itu Cloudflare Tunnel?
Cloudflare Tunnel adalah solusi yang memungkinkan Anda mengakses layanan internal melalui koneksi aman tanpa perlu membuka port pada firewall. Teknologi ini bekerja dengan cara membuat jalur terenkripsi antara server internal dan jaringan Cloudflare, sehingga semua akses masuk dialihkan melalui jaringan Cloudflare. Dengan metode ini, Anda tidak perlu mengekspos IP publik atau khawatir terhadap serangan langsung ke server.

Keuntungan utama dari Cloudflare Tunnel adalah keamanan dan kemudahan akses. Semua koneksi dilewatkan melalui enkripsi TLS, dan Anda dapat mengontrol akses dengan fitur autentikasi Zero Trust. Solusi ini juga mempermudah administrator untuk menghubungkan layanan lokal tanpa harus mengatur VPN yang kompleks.

Mengapa Mengintegrasikan dengan Mikrotik?
Mikrotik merupakan perangkat jaringan populer yang digunakan untuk routing, firewall, dan VPN. Dengan mengintegrasikan Cloudflare Tunnel pada jaringan yang dikelola Mikrotik, Anda bisa mendapatkan lapisan keamanan tambahan tanpa mengorbankan fleksibilitas. Mikrotik biasanya digunakan untuk mengelola jaringan on-premise, sehingga menambahkan Cloudflare Tunnel dapat memberikan akses aman ke layanan internal tanpa mengandalkan port forwarding.

Kombinasi ini cocok untuk bisnis yang membutuhkan remote access tanpa membuka port publik. Dalam banyak kasus, membuka port 80 atau 443 untuk web service adalah pintu masuk serangan DDoS atau exploit. Cloudflare Tunnel bertindak sebagai perantara yang mengamankan jalur akses, sedangkan Mikrotik tetap berfungsi sebagai pengontrol lalu lintas jaringan.

Bagaimana Cara Kerja Kombinasi Ini?
Integrasi Cloudflare Tunnel dengan Mikrotik dapat dilakukan dengan menjalankan Cloudflare Connector (cloudflared) pada server internal di jaringan Anda. Server ini akan membangun koneksi outbound ke Cloudflare, sehingga tidak diperlukan inbound port di Mikrotik. Dengan begitu, Anda tidak perlu menambahkan rule NAT untuk membuka akses dari luar.

Prosesnya sederhana:

  1. Instal cloudflared pada server aplikasi atau container.
  2. Buat tunnel di dashboard Cloudflare dan hubungkan domain Anda.
  3. Jalankan konfigurasi tunnel dengan kredensial yang disediakan Cloudflare.
  4. Pastikan Mikrotik mengarahkan trafik internal ke server yang menjalankan cloudflared.

Dengan skema ini, Mikrotik tetap berperan sebagai gateway utama, sementara Cloudflare menangani akses publik. Kombinasi ini memberikan keamanan lebih baik karena tidak ada port terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang.

Keunggulan dan Kekurangan Pendekatan Ini
Keunggulannya jelas: keamanan meningkat, karena tidak ada port forwarding dan IP publik server tidak terekspos. Selain itu, performa juga stabil karena Cloudflare menggunakan jaringan global dengan latency rendah. Anda juga mendapatkan benefit tambahan seperti proteksi DDoS dan akses Zero Trust.

Namun, ada juga beberapa kekurangan. Pertama, solusi ini bergantung pada layanan Cloudflare, sehingga jika ada gangguan di sisi Cloudflare, akses juga akan terganggu. Kedua, untuk implementasi di skala besar, Anda mungkin membutuhkan konfigurasi tambahan agar routing dan firewall Mikrotik tetap optimal.

Apakah Ini Solusi Ideal?
Jika Anda mengutamakan keamanan dan kemudahan pengelolaan, kombinasi Cloudflare Tunnel dan Mikrotik adalah pilihan menarik. Anda tidak lagi perlu membuka port publik, mengurangi risiko serangan langsung, dan tetap bisa mengontrol jaringan melalui Mikrotik.

Untuk bisnis yang memiliki banyak aplikasi internal atau layanan yang perlu diakses dari luar, pendekatan ini sangat direkomendasikan. Namun, pastikan Anda memahami cara kerja Cloudflare Tunnel dan menyesuaikannya dengan arsitektur jaringan Anda. Dengan perencanaan yang tepat, integrasi ini bisa menjadi salah satu solusi keamanan jaringan terbaik saat ini.

Baca Juga