Saat berbicara tentang pengelolaan domain dan DNS (Domain Name System), Anda mungkin pernah menjumpai istilah TTL. Meski terlihat teknis, TTL adalah salah satu komponen penting dalam sistem DNS yang berdampak langsung pada performa, kecepatan propagasi, dan stabilitas domain Anda.
Artikel ini akan membahas apa itu TTL dalam konteks DNS, bagaimana TTL bekerja, serta dampaknya terhadap domain dan website Anda. Baik Anda pemilik website, admin IT, maupun digital marketer, memahami TTL dapat membantu Anda mengoptimalkan pengelolaan domain secara lebih efektif.
Apa Itu TTL dalam DNS?
TTL adalah singkatan dari Time To Live, yang berarti “waktu hidup”. Dalam konteks DNS, TTL adalah parameter yang menunjukkan berapa lama informasi DNS disimpan dalam cache oleh resolver (server DNS yang melakukan pencarian) sebelum diperbarui atau di-refresh.
Informasi ini meliputi berbagai record DNS seperti:
- A record (alamat IP dari domain)
- CNAME (alias dari domain)
- MX (mail exchange untuk email)
- TXT (informasi tambahan seperti verifikasi domain)
- dan lain-lain
TTL ditentukan dalam satuan detik. Misalnya, TTL = 3600 berarti data DNS akan disimpan dalam cache selama 3.600 detik atau 1 jam sebelum diperiksa ulang ke server DNS utama.
Mengapa TTL Penting untuk Domain Anda?
TTL memainkan peran penting dalam kecepatan dan efisiensi akses domain. Berikut beberapa pengaruh utama TTL terhadap domain dan website Anda:
1. Waktu Propagasi DNS
Ketika Anda mengubah record DNS (seperti mengarahkan domain ke IP baru), perubahan tersebut tidak langsung terlihat secara global. TTL menentukan seberapa cepat perubahan itu akan menyebar ke seluruh dunia.
- TTL rendah (misalnya 300 detik) → Perubahan DNS cepat disebarkan
- TTL tinggi (misalnya 86400 detik) → Perubahan DNS akan butuh waktu lebih lama terlihat
Contoh:
Jika Anda baru saja pindah hosting dan ingin propagasi cepat, Anda bisa menurunkan TTL beberapa jam sebelumnya agar semua cache kadaluarsa lebih cepat.
2. Kecepatan Akses Website
Dengan TTL yang tinggi, data DNS lebih jarang diminta ulang dari server utama, sehingga mempercepat proses akses situs karena informasi sudah ada di cache DNS resolver pengguna.
Namun, ini juga berarti bahwa jika ada perubahan, pengguna mungkin tetap diarahkan ke data lama hingga TTL habis.
3. Beban Server DNS
TTL yang tinggi membantu mengurangi beban pada server DNS karena permintaan informasi DNS tidak perlu dikirim ulang terlalu sering. Ini sangat membantu untuk domain dengan trafik tinggi.
Kapan Harus Mengatur TTL Rendah atau Tinggi?
TTL Rendah (300 – 1800 detik)
Disarankan untuk situasi seperti:
- Akan melakukan migrasi hosting
- Akan mengubah alamat IP server
- Ingin melakukan pengujian DNS
- Sedang dalam tahap setup awal
TTL Tinggi (7200 – 86400 detik atau lebih)
Disarankan untuk:
- Domain yang sudah stabil dan jarang diubah
- Mengurangi trafik ke DNS server
- Meningkatkan kecepatan akses bagi pengunjung berulang
Tips Praktis Mengelola TTL DNS
- Gunakan TTL rendah sebelum perubahan penting
Jika Anda berencana mengganti IP, provider hosting, atau setup email, turunkan TTL setidaknya 24 jam sebelum perubahan. - Kembalikan ke TTL tinggi setelah perubahan stabil
Setelah semua perubahan berhasil dan propagasi selesai, naikkan TTL kembali untuk menjaga stabilitas dan performa. - Cek TTL melalui DNS Lookup Tools
Anda bisa menggunakan tools seperti MXToolbox atau DNS Checker untuk melihat TTL record secara real-time. - Sesuaikan TTL untuk berbagai jenis record
Tidak semua record DNS harus punya TTL yang sama. Anda bisa mengatur TTL rendah untuk A record dan TTL lebih tinggi untuk MX atau TXT jika lebih jarang diubah.
Kesalahan Umum Terkait TTL
- Lupa menurunkan TTL sebelum migrasi hosting
Akibatnya, propagasi bisa makan waktu hingga 24-48 jam dan membuat website tidak bisa diakses bagi sebagian pengguna. - TTL terlalu rendah tanpa alasan
Bisa menyebabkan lonjakan permintaan ke DNS server, memperlambat akses dan membebani sistem. - Tidak mengubah TTL setelah konfigurasi selesai
TTL rendah sebaiknya tidak dipertahankan terlalu lama setelah perubahan selesai.
Kesimpulan
TTL mungkin terdengar teknis, tapi dampaknya sangat nyata dalam pengelolaan domain. Dengan memahami dan mengatur TTL dengan tepat, Anda bisa mempercepat proses propagasi DNS, meningkatkan kecepatan akses website, dan menjaga stabilitas domain.
Jika Anda sedang melakukan perubahan DNS, jangan lupa untuk memeriksa dan menyesuaikan TTL. Langkah kecil ini bisa menghemat banyak waktu dan mencegah gangguan besar di sisi pengguna.


