Dalam era digital yang sangat tergantung pada layanan daring, nama domain memiliki peran penting sebagai identitas online. Namun, seperti aset digital lainnya, domain juga rentan terhadap berbagai bentuk penyusupan atau pembajakan. Domain tersusupi (domain compromise) merupakan kondisi di mana kontrol atas nama domain berpindah tangan ke pihak yang tidak sah, seringkali melalui teknik seperti phishing, pencurian kredensial, atau eksploitasi kerentanan sistem. Registrar pihak yang mengelola pendaftaran nama domain memegang peranan krusial dalam menangani insiden ini dan memulihkan kepemilikan yang sah.
1. Memastikan Validitas Laporan
Langkah pertama yang dilakukan registrar ketika menerima laporan domain tersusupi adalah memverifikasi validitas klaim tersebut. Pihak yang melaporkan biasanya diminta untuk mengirimkan dokumen identitas, bukti kepemilikan domain (seperti faktur pembelian atau bukti email pendaftaran), serta kronologi kejadian. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa laporan benar-benar datang dari pemilik sah dan bukan bagian dari upaya rekayasa sosial untuk mendapatkan akses ilegal.
2. Investigasi Teknis dan Audit Log
Setelah klaim diterima dan terverifikasi, registrar akan melakukan investigasi teknis. Ini mencakup audit terhadap log aktivitas akun domain terkait, seperti:
- Alamat IP login terbaru
- Waktu dan lokasi login
- Perubahan DNS dan data WHOIS
- Aktivitas terkait transfer domain atau perubahan registrar
Audit ini dapat mengungkap jejak digital pelaku dan metode penyusupan yang digunakan, apakah itu melalui kompromi akun email pemilik domain, penggunaan malware, atau pencurian sandi.
3. Mengunci dan Membekukan Domain
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, registrar biasanya segera membekukan domain tersebut. Artinya, semua perubahan konfigurasi domain seperti pengalihan DNS, perubahan pemilik, atau transfer keluar akan diblokir sementara waktu. Dalam kasus yang serius, domain juga bisa dinonaktifkan sementara agar tidak digunakan untuk aktivitas berbahaya seperti phishing atau distribusi malware.
4. Pemulihan Kepemilikan
Proses pemulihan domain bergantung pada tingkat kerusakan dan status otentikasi pemilik yang sah. Jika dokumen pemilik valid dan investigasi teknis mendukung klaimnya, registrar dapat memulihkan kontrol domain dengan cara:
- Mengatur ulang akun pengguna
- Mengubah kredensial keamanan seperti sandi dan otentikasi dua faktor
- Mengembalikan konfigurasi DNS ke status sebelumnya
Registrar juga akan memberikan panduan keamanan kepada pemilik domain untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
5. Koordinasi dengan Registry dan Pihak Ketiga
Dalam kasus domain tingkat atas (TLD) tertentu, registrar harus bekerja sama dengan registry organisasi induk yang mengelola ekstensi domain (seperti .com, .id, .net) untuk membatalkan perubahan ilegal atau melakukan rollback status domain. Jika domain sudah berpindah registrar (transfer out), registrar lama juga akan bekerja sama dengan registrar baru untuk menghentikan propagasi lebih lanjut dan mengembalikan kepemilikan.
Registrar juga bisa berkoordinasi dengan penyedia layanan email, penyedia hosting, dan bahkan pihak berwenang jika pelanggaran melibatkan tindak pidana siber lintas negara.
6. Pencegahan Jangka Panjang
Insiden domain tersusupi sering kali menjadi pelajaran penting bagi registrar dan pemilik domain. Oleh karena itu, registrar umumnya akan:
- Meningkatkan lapisan keamanan di panel pengguna
- Mewajibkan penggunaan otentikasi dua faktor (2FA)
- Memberikan pelatihan keamanan kepada pengguna
- Menyediakan layanan penguncian domain (domain lock) untuk mencegah transfer tanpa otorisasi
Beberapa registrar bahkan menawarkan fitur “Registry Lock” penguncian tingkat registry yang hanya bisa dibuka melalui verifikasi manual untuk domain penting seperti milik lembaga pemerintah atau perusahaan besar.
7. Edukasi dan Kesadaran Pengguna
Registrar juga bertanggung jawab meningkatkan kesadaran pengguna tentang pentingnya keamanan domain. Banyak penyusupan terjadi karena kelalaian pengguna, seperti menggunakan sandi lemah atau mengakses akun dari perangkat yang tidak aman. Edukasi berkelanjutan, melalui email, webinar, atau panduan interaktif, menjadi bagian integral dari strategi keamanan registrar.
Kesimpulan
Menangani domain tersusupi bukan hanya soal memulihkan kontrol, tetapi juga melindungi reputasi, mencegah penyalahgunaan, dan menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem internet. Registrar berperan sebagai garda depan dalam keamanan domain, dan kerja sama yang erat antara registrar, registry, pemilik domain, dan pihak keamanan siber menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak dari insiden ini. Sebagai pemilik domain, menjaga kredensial, mengaktifkan fitur keamanan, dan memahami proses pemulihan adalah langkah proaktif untuk menghindari kerugian besar akibat penyusupan domain.


